Menurutnya, SPAM tersebut selanjutnya dikelola oleh BKM. Sedangkan, bagi warga yang hendak memasang saluran air hanya disarankan membeli pipa dan membayar meteran air setiap bulannya. Namun, pembayaran tersebut tidak semuanya merata.
Bagi warga yang ekonominya di bawah standar mendapatkan keringanan dalam pembayaran perbulannya. “Ya kita juga menyesuaikan dengan kondisi perekonomian warga. Yang jelas jauh di bawah harga dari pemasangan air biasanya,” paparnya.
Dirinya menambahkan, pihaknya hingga saat ini masih memiliki banyak Pekerjaan Rumah (PR) untuk dapat membangun SPAM di tiga lokasi yang memang sangat membutuhkan air bersih. Misalnya saja, di RW 2, RW 4 dan RW 7.
Tiga lokasi ini, ke depan akan menjadi prioritas utama ketika kembali mendapatkan bantuan dari program Kotaku. “Kemari, dari lima lokasi yang kumuh hanya dua yang berhasil mendapatkan pembangunan SPAM ini. Tiga tiantaranya mungkin jika kami mendapatkan lagi dari program tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Selajambe, Pipin Saripin mengaku, program Kotaku tersebut memang sangat bermanfaat bagi warga setempat. Bagai mana tidak, ketika warga kesulitan mendapatkan air minum kini langsung bisa dengan mudah mendapatkannya.
“Saya harap, program ini bisa terus digencarkan pemerintah karena masih banyak lokasi yang memang kesulitan mendapatkan air bersih,” pungkasnya. (bam/d)




