Soal Bencana di Sukabumi, Pemerintah Harus Antisipasi Sejak Dini

  • Whatsapp
Sejumlah petugas BPBD saat melakukan penanganan terhadap bencana longsor.

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Potensi timbulnya bencana besar akibat sesar aktif Cimandiri, Cicareuh, Cicatih dan Citarik, mengancam wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Tak hanya itu, potensi bencana alam dari letusan gunung api yakni Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak juga menjadi ancaman besar.

Dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Suwardi mengatakan secara geologi daerah Sukabumi ini salah satu yang merupakan masuk sesar. Jadi, batuan di daerah ini bisa bergeseran naik-turun.

Bacaan Lainnya

“Dengan begitu, bisa saja di suatu tempat secara geologi, satu sisi bisa bergerak turun, bisa naik dan juga bisa bergeser ke depan maupun belakang. Sehingga, menyebabkan daerah Sukabumi labih rawan terjadi bencana,” ungkap Suwardi kepada Radar Sukabumi, Kamis (21/1).

Bukan hanya itu, dari sisi tanah, terdapat tipe tanah liat yang bisa mengembang ketika musim hujan dan mengerut ketika musim kemarau. “Hal ini juga dapat berpengaruh terjadinya pergerakan tanah, meskipun batuan tidak bergeser. Karena tipe tanah liat mudah bergeser ketika musim hujan, dapat memicu terjadinya pengembangan lalu bisa bergerak karena adanya air yang membuat tanah mengembang,” ujarnya.

Selain tanah, pemicu terjadinya longsor maupun pergerakan tanah ini salah satunya tumbuhan yang tidak memiliki akar kuat sehingga ketika air yang menyerap bisa mengakibatkan pergeseran tanah. “Ya kalau tanaman tidak berakar kuat atau akar serabut, begitu ada air bisa menjadi penyebab pergeseran tanah,” papar Suwardi.

Sedangkan gunung api aktif seperti Gunung Gede Pangrangi dan Gunung Salak, juga sewaktu-waktu bisa meletus. Gunung tersebut akan mengeluarkan lahar mengalir ke utara. “Meski dampak paling tinggi berada di wilayah Bogor dan Gunung Gede Pangrango ke arah Cianjur, tatapi Sukabumi juga harus waspada,” imbuhnya.

Dalam mengantisipasi ancaman bencana alam ini, Suwardi meminta pemerintah darah untuk melakukan pemetaan terkait sesar Cimandiri dan daerah rawan terdampak gunung api. Serta mewarning masyarakat agar tidak tinggal di daerah rawan tersebut. “Dengan adanya pemetaan tersebut, masyarakat dapat mengetahui dimana saja daerah yang rawan.
Kalau yang tanah liat, itu bisa diantisipasi dengan bangunan tahan gempa. Kalau untuk bencana akibat sesar Cimandiri dan potensi letusan gunung api, pemerintah harus mewarning masyarakat agar tidak tinggal di daerah yang rawan,” pungkasnya. (bam/t)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *