Benarkah ‘Gebarak Masker’ Efektif Cegah Covid-19?

  • Whatsapp
GEBRAK MASKER: Pjs Bupati Sukabumi, R. Gani Muhamad saat membagikan masker kepada masyarakat yang melintas di jalan raya Palabuhanratu pada launching program Gebrak Masker pada pekan lalu. FT: Ist

Pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mendistribusikan 640.000 masker kepada masyarakat di 47 kecamatan. Tujuannya agar perkembangan corona virus disease 2019 (Covid-19) di kabupaten terluas di jawa ini bisa ditekan. Apakah benar dengan gerak pembagian masker ini Covid-19 bisa diminimalisir?

Rendi Rustandi, Sukabumi

Bacaan Lainnya

Gerakan Bersama Memakai Masker (Gebrak Masker). Itulah istilah yang digunakan Pemkab Sukabumi dalam program membagi-bagikan masker kepada masyarakat beberapa waktu lalu. Cara yang dilakukannya cukup masif.

Pemerintahan yang kini dipimpin oleh Penjabat Sementara Bupati, R Gani Muhamad ini dalam Gebrak masker tersebut dengan melibatkan setiap satuan perangkat daerah, aparat keamanan, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa. Tujuannya mulia, yakni melindungi masyarakat dari ancaman virus corona.

R. Gani Muhamad mengatakan, Gebrak masker ini penting bagi masyarakat. Terutama dalam melindungi diri dari ancaman covid 19. Yang paling penting lagi, penggunaan masker ini diharapkan menjadi kebiasaan baru yang dilakukan seluruh elemen masyarakat dalam berbagai aktifitas.

“Masker yang kami bagikan ini sudah memenuhi standar kesehatan. Selain itu, ada sentuhan fesyennya. Sehingga kami perhatikan, masyarakat mau menggunakannya,” ujar R. Gani Muhamad kepada Radar Sukabumi.

R. Gani Muhamad mengklaim, kegiatan Gebrak masker ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan masyarakat. Terlebih lagi, Kabupaten Sukabumi merupakan daerah yang mempunyai agenda besar yaitu pesta demokrasi Pilkada 2020. Sehingga dengan program Gebrak masker diharapkan mampu menciptakan Pilkada nyaman, kondusif dan tak ada kluster baru.

“Semua yang kami lakukan, tentunya butuh kerjasama dari semua elemen masyarakat. Salah satunya dengan tetap disiplin dalam menerapkan standar protokol kesehatan setiap kali beraktifitas,” akunya.

Namun, benarkah penggunaan masker ini bisa mencegah dari serangan virus corona?

Spesialis penyakit penular dari Vanderbilt University in Tennessee, Dr. William Schaffner mengatakan, masker bedah tidak efektif untuk mencegah virus corona. Masker yang lebih khusus, dikenal sebagai respirator N95, menurutnya bisa melindungi terhadap virus corona baru. Masker jenis tersebut lebih tebal daripada masker bedah, tetapi baik Schaffner maupun Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) tidak merekomendasikannya untuk penggunaan umum, setidaknya tidak pada saat ini.

Sebab, mengenakan topeng tersebut dalam waktu lama adalah suatu hal yang menantang. Ia bahkan terus menerima sesi pelatihan setiap tahunnya hanya untuk mengajari cara memasang respirator ini dengan tepat di sekitar hidung, pipi, dan dagu. Alasannya, untuk memastikan pemakai tidak bernapas lewat tepi respirator.

“Bernafas lewat material tebal itu akan lebih sulit dan bisa membuat sedikit sesak. Kondisi ini akan membuat bagian dalam lembab dan panas,” kata Schaffner.

Schaffner juga menyoroti orang-orang yang menggunakan masker bedah dengan alasan sedang sakit dan tidak ingin menularkan orang lain. Hal itu memang bisa dilakukan, namun ia lebih menganjurkan untuk tidak banyak beraktivitas di area publik.

“Lebih baik beristirahat di rumah,” katanya.

Pada intinya, masker ini penting digunakan bagi pekerja kesehatan dan sosial ketika merawat pasien. Masker juga direkomendasikan bagi anggota keluarga yang perlu merawat seseorang yang sakit. Idealnya pasien dan perawat sama-sama mengenakan masker.

Schaffner mengatakan, cara terbaik menghindari virus corona adalah dengan menunda semua rencana perjalanan ke tempat-tempat berisiko. “Selain itu, rutin membersihkan tangan dengan sabun, menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan kotor, menghindari kontak dengan orang-orang yang sedang sakit, serta rutin membersihkan permukaan dengan disinfektan,” tutupnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *