Baznas Kabupaten Sukabumi Gencarkan Gerakan Infak Desa

CISAAT– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukabumi melaunching gerakan infak di Desa Palasarihilir, Kecamatan Parungkuda. Gerakan tersebut merupakan Implementasi Perbup 35 tahun 2016 tentang gerakan infak, sedekah dan dana sosial keagamaan yang berbasis masyarakat, Rabu (13/12).

Wakil ketua IV Bidang Administrasi Umum, Sumber Daya Manusia dan Hubungan Masyarakat yang menjadi narasumber dalam launching tersebut, Asep Sutarji menjelaskan, gerakan infak merupakan gerakan dari, oleh dan untuk masyarakat dalam rangka mewujudkan desa peradaban zakat dan desa religius mandiri.

Bacaan Lainnya

“ZIS bukan masalah harta saja, akan tetapi maslah hidup dan kehidupan, aktivitas manusia hidup tergantung apa yang didengar, dilihat dan dipikirkan serta seluruh gerakan tergantung dari makanan yang masuk pada perutnya. Jadi jangan pernah berharap punya pikiran, pandangan dan hati yang bersih makala makanan yang masuk pada perutnya belum bersi dan bersihnya harta dengan ZIS,” jelasnya

Sementara itu, Camat Parungkuda, Aep Syaeffullah menambahkan, dalam implementasi Perbup nomor 35, Kecamatan Parungkuda meraih posisi terbaik kedua setelah Cicurug. Dirinya berharap, pelaksanaan Zakat Infak Sedekah di Parungkuda lebih baik lagi.

“Sebagai kecamatan terbaik kedua, Parungkuda menonjol dibandingkan dengan kecamatan lain yang ada di Kabupaten Sukabumi, gerakan ini dilakukan langsung oleh kepala desanya. Dari delapan desa, yang sudah melaunching gerakan ini sudah lima desa dan akan dilanjutkan kembali oleh desa-desa yang belum,” tambahnya.

Kepala Desa Plasarihilir, Muhtar mengungkapkan, gerakan ZIS dilakukan banyak manfaatnya, selain dapat membangun kemandirian untuk tidak tergantung oleh dana desa (DD) juga membangun kesadaran masyarakat untuk saling ta’aun (saling tolong menolong/ gotong royong).

“Dengan ZIS budaya gotong royong yang saat ini mulai terkikis kembali bangkit,” singkatnya. (cr15/d)

Pos terkait