APINDO Kabupaten Sukabumi Imbau Pengusaha Bayar THR Paling Lambat 7 Hari Sebelum Hari Raya

Ketua DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Sukabumi, Sudarno
Ketua DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Sukabumi, Sudarno

SUKABUMI – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Sukabumi, mengimbau kepada seluruh para pengusaha di wilayah Kabupaten Sukabumi, agar dapat membayar tunjangan hari raya (THR) paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. THR dibayarkan baik untuk pekerja atau buruh dengan status pekerja tetap maupun pekerja kontrak.

Ketua DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Sukabumi, Sudarno kepada Radar Sukabumi mengatakan, pembayaran THR bagi pekerja di sektor usaha industri di Kabupaten Sukabumi, khususnya untuk perusahaan yang menjadi anggota DPK APINDO Kabupaten Sukabumi, sampai saat ini ia mengaku sudah melakukan pendataan dan meminta report dari masing-masing perusahaan.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah secara umum perusahaan anggota APINDO di Kabupaten Sukabumi relatif kondusif tentang pembayaran THR. Hanya ada satu perusahaan di wilayah Kecamatan Cicurug yang ada potensi kendala pembayaran THR. Karena belum bisa full. Jadi secara umum di Kabupaten Sukabumi masih relatif aman yah,” kata Sudarno kepada Radar Sukabumi pada Minggu (16/04).

Untuk itu, ia berharap seluruh perusahaan yang tergabung dalam wadah DPK APINDO Kabupaten Sukabumi, bisa membayarkan THR sesuai dengan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan, untuk dibayarkan minimal 7 hari sebelum hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah.

“Maksimalnya, iya terkahir masa hari kerja karyawan atau terakhir sebelum libur hari kerja karyawan,harus sudah dibagikan itu THR-nya,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah perusahaan yang sudah teregistrasi dan tergabung pada wadah DPK APINDO Kabupaten Sukabumi sampai saat ini, berjumlah 72 perusahaan. Sebab itu, ia meminta kepada seluruh anggota perusahaan yang berada di lingkungan DPK APINDO Kabupaten Sukabumi, untuk mendapatkan pembayaran THR kepada seluruh pekerjanya di masing-masing perusahaan, untuk mengikuti surat edaran Mentri Tenaga Kerja seminggu sebelum hari raya Idul Fitri, idealnya harus sudah dibayarkan.

“THR keagamaan, lanjut dia, merupakan pendapatan non upah yang diberikan dengan perhitungan besaran secara proporsional sesuai masa kerja,” paparnya.

Ia menambahkan, pemberian THR keagamaan bagi pekerja atau buruh merupakan upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan buruh dan keluarganya menyongsong hari raya keagamaan.

Hal ini juga sebagai bentuk kewajiban pengusaha untuk memenuhi salah satu aspek kesejahteraan pekerja atau buruh dan perlindungan terhadap tenaga kerja. “Harus ditaati oleh pengusaha khususnya anggota Apindo, mari taati apa yang sudah menjadi hak pekerja,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait