Selain itu, ia menyoroti rendahnya pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “PAD jangan jalan di tempat. Setiap OPD harus mampu melihat dan mengembangkan potensi yang ada agar pendapatan daerah terus meningkat,” tegasnya.
Bupati juga menekankan percepatan layanan administrasi kependudukan. Ia meminta para camat melakukan jemput bola terhadap masyarakat yang belum memiliki KTP elektronik, karena dokumen kependudukan menjadi syarat penting untuk mengakses berbagai layanan publik, termasuk BPJS.
Sementara itu, Wakil Bupati H. Andreas menyoroti pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang tengah berlangsung. Ia berharap proses penerimaan siswa baru berjalan aman, tertib, dan transparan. Andreas juga menekankan pentingnya optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), terutama di wilayah dengan realisasi rendah. “Optimalisasi pendapatan PBB membutuhkan kolaborasi menyeluruh mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga Badan Pendapatan Daerah,” pungkasnya.(*)



