Kini, BPBD Kabupaten Sukabumi berpedoman kepada kejadian kekeringan pada 2017 lalu dimana sebanyak 24 kecamatan yang kekeringan. Pasalnya, kekeringan tersebut akan kembali terulang di daerah yang sama ketika musim kemarau berlangsung.
“Hasil prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim kemarai saat ini akan berlangsung selama tiga bulan. Karena itu, kami saat ini melakukan koordinasi dengan semua elemen mulai dari internal hingga pihak eksternal atau dinas terkait lainnya untuk mengantisipasi terjadinya kesulitan air bersih,” pungkasnya.
Sementara itu, BPBD yang bekerja sama dengan perusahaan air minum daerah mulai melakukan penyaluran air bersih dibeberapa titik yang ada di Kabupaten Sukabumi, salah satunya di Desa Sekarwangi Cibadak yang mendapatkan penyaluran air bersih dari BPBD Kabupaten Sukabumi, Selasa (24/7).
Berdasarkan pantauan koran ini, puluhan warga tersebut mengantre untuk mendapatkan air bersih dengan membawa ember dan alat lainnya untuk menampung air.
Salah seorang warga Desa Sekarwangi, Jaenudin (69) mengatakan, wilayah tersebut sudah hampir satu bulan mengalami kekeringan sehingga warga sulit mendapatkan air bersih. Tidak hanya dampak dari musim kemarau, kesulitan pasokan air juga disebabkan adanya perbaikan irigasi Cimahi.





