813 Warga Masuk Sukabumi Gunakan Jalur Tikus

  • Whatsapp
Sejumlah petugas saat melakukan seterilisasi di jalur perbatasan Sukabumi-Bogor tepatnya di Desa Cipeteuy, belum lama ini.

RADAR SUKABUMI — Guna memutus rantai penyebaran Covid-19, Muspika Kecamatan Kabandungan menggencarkan sterilisasi di jalur perbatasan Sukabumi-Bogor tepatnya di Desa Cipeteuy. Alhasil, banyak ditemukan warga yang masuk dari daerah luar melalui jalan alternatif tersebut.

Kapolsek Kalapanunggal, AKP Maryadi mengatakan, terdapat sebanyak 813 orang yang dicek suhu tubuhnya dan mereka hendak masuk ke Kecamatan Kabandungan. Namun, tidak ada satu pun yang dapat diindikasikan terpapar virus corona.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan ini dalam rangka Operasi Aman Nusa II Virus Corona untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19,” kata Maryadi kepada wartawan.

Dalam kegiatan tersebut, lanjut Maryadi, sasarannya adalah kendaraan yang melintas dari arah Bogor menuju Sukabumi, sehingga baik kendaraan atau pun penumpangnya dilakukan protokol kesehatan.

“Pada kendaraannya kami melakukan penyemprotan disinfektan. Setiap penumpang dilakukan cek suhu tubuh dan diwajibkan cuci tangan,” paparnya.

Dalam kegiatan ini, sambung Maryadi, pihaknya menggandeng semua elemen seperti, Puskesmas, unsur BPBD, Ormas AMS dan Pol PP Kecamatan Kabandungan. “Kami bersinergi dengan semua elemen dalam pencegahan penyebaran virus corona ini,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Kabandungan, Nanang Sukandi menambahkan, kegiatan ini rencananya akan terus dilakukan hingga Senin, 20 April 2020 mendatang. “Giat sterilisasi ini akan terus berlanjut. Untuk warga suhu tubuhnya yang melebihi 38 derajat celcius langsung ditangani oleh tim medis,” tambahnya.

Nanang berharap, dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dapat mengantisipasi penyebaran virus corona. “Dalam legiatan tersebut, kami juga menyampaikan himbauan kepada warga yang baru pulang dari daerah luar untuk melakukan isolasi mandiri,” pungkasnya. (bam/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *