Polisi Akui Kondisi TKP yang Sangat Rapih Menjadikan Penyidik Hati-Hati Mengungkap Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

  • Whatsapp
Mayat Tuti Herawati dan Amelia Mustika
Mayat Tuti Herawati dan Amelia Mustika Ratu ditemukan di bagasi mobil Alphard. Dok Jawa Pos

BANDUNG – Polda Jabar terus membackup Polres Subang dalam mengungkap kasus pembunuhan terhadap ibu dan anak, Tuti Herawati dan Amalia Mustika Ratu di kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Rabu 18 Agustus lalu.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago menjelaskan bahwa perkembangan kasus pembunuhan di Subang ini, sampai saat ini penyidik terus mendalami keterangan para saksi.

“Sudah mengerucut ya dari keterangan para saksi, namun penyidik hati- hati dan tidak mau gegabah dalam menetapkam tersangka,” jelas Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago, Sabtu, 4 September 2021.

Kabid Humas menegaskan, bahwa dalam penetapan tersangka kasus Pembunuhan, penyidik tidak mengejar pengakuan karena kematian korban.

“Untuk itu penyidik hati-hati, apalagi ini diduga terjadi dalam situasi yang gelap, lalu pagi-pagi dua korban ditemukan,” tegasnya.

Kombes Erdi menerangkan bahwa tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan tersebut sangat minim penerangan.

“Minim sekali penerangannya ya di TKP itu,” terangnya.

Pihak Polda juga melibatkan Dishub Kabupaten Subang, dalam pengungkapan kasus pembunuhan ini untuk menganalisa CCTV di jalan raya.

“Kami menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menganalisa kamera pengawas atau CCTV yang diduga merekam orang-orang yang berada di TKP saat peristiwa itu terjadi, tak terkecuali pelaku pembunuhan itu,” jelasnya.

Diakui Kabid Humas, bahwa penyidik butuh kehati-hatian, dalam menganalis CCTV Dishub.

“Kita juga butuh menggandeng pihak lain seperti Dishub yang punya CCTV dengan resolusi yang lebih bagus. Begitu juga analalisa terhadap gadget-gadget yang merupakan proses digitalisasi karena satu per satu memiliki peran yang berbeda. Ini yang kita singkronisasikan, kita kemas, sehingga kita bisa analisa,” jelasnya.

Selain proses yang membutuhkan waktu tersebut, Erdi mengakui bahwa TKP pembunuhan memang sangat rapih.

“Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab belum terungkapnya pelaku pembunuhan, TKP yang sangat rapih

Kombes Erdi menambahkan kembali, bahwa penyidik tidak mencari pembuktian bukan di TKP saja.

“Penyidik akan menarik mundur perkiraan perkiraan waktu berdasarkan kematian kedua korban tersebut,” katanya.

Erdi juga mengatakan bahwa pihaknya memang memiliki alat-alat canggih untuk mendeteksi tindak kejahatan, seperti peristiwa pembunuhan itu. Dia juga menyebut bahwa ada beberapa orang yang berada di TKP saat peristiwa pembunuhan sadis tersebut.

“Namun, ini proses terjadinya sebuah pembunuhan di mana proses itu harus dipelajari karena di sini kita melihat ada beberapa orang dan jam-jam tertentu ada di lokasi tersebut, ini satu per satu ini akan kita gali,” pungkasnya.

(arf/pojokjabar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *