Virga menyebut, gempa yang bisa mempengaruhi secara cepat aktivitas gunung itu, berbeda dengan gempa swarm yang terjadi. “Apa gempa swarm ini itu akan membuat terjadinya erupsi gunung salak itu belum tentu,” ungkapnya saat dihubungi Radar Bogor pada Kamis (14/12/2023).
Lebih jauh, bila berkaca pada beberapa tahun silam, aktivitas serupa juga pernah terjadi di tahun 2019. Pada tahun itu, tercatat ada 92 gempa yang terjadi pada rentang 10 Agustus sampai 24 November 2019. Sehingga kemungkinan kasus serupa bisa saja terjadi saat ini.
“Bedanya di 2019 lalu itu kekuatan magnitudonya cenderung seragam diangka rerata magnitudo 3 tetapi tetap ada yang magnitudo besar seperti 4,9 yang terjadi 14 Desember ini,” ujarnya. (Cr1)






