Guru dan Siswa Terpapar Covid-19 di Kota Bogor Tembus Seribu Kasus

SDN Sukadamai bogor
Ilustrasi

BOGORKasus Covid-19 di Kota Bogor belum menunjukkan penurunan secara signifikan. Kini, angka kasus masih belum beranjak dari kisaran 8.000 pasien positif Covid-19.

Bahkan, sebanyak 1.101 kasus disumbang dari unsur pendidikan Kota Bogor. Paparan itu berasal dari para murid dan tenaga pendidik dan kependidikan (TPK) berbagai jenjang.

Bacaan Lainnya

Total sebanyak 32 sekolah yang menjadi titik penyebaran Covid-19 tersebut. Paparan terbanyak terjadi di jenjang SMA sederajat, yang merangkum hingga 812 siswa dan TPK.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto pun mengakui, belum ada tanda-tanda secara khusus gelombang ketiga mereda. Kendati demikian, Bima tetap optimis kasus-kasus di Kota Bogor akan mulai melandai pada bulan Maret ini.

“Kalau tidak ada varian baru, maka di bulan Maret ini akan semakin landai ya. Pertengahan Maret akan semakin landai. Kalau tidak ada varian baru, itu kata kuncinya,” tandasnya, usai menyambangi Gereja Katedral, Kamis (3/3/2022).

Ia optimis lantaran melihat tren Bed Occupancy Ratio (BOR) Kota Bogor yang juga mulai menurun. Hingga kini, tingkat keterisian tempat tidur di RS masih cukup memadai. Tak sampai separuhnya dari totak kapasitas.

“Tapi, bagaimanapun kita tetap waspada karena ada sedikit kenaikan lagi, efek ketika kemarin libur panjang. Mudah-mudahan ini ujung pandemi,” harapnya.

Oleh karena itu, PTM di Kota Bogor masih dihentikan untuk sementara waktu. Keputusan tersebut juga tertuang dalam surat edaran yang telah dikeluarkan pemkot Bogor.

Perpanjangan penutupan PTM bakal kembali berlaku hingga 7 Maret mendatang. Setelah itu, Disdik bakal kembali melakulan evaluasi, apakah akan diperpanjang atau mempertimbangkan mulai membuka PTM. (mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *