JAWA BARAT

Dedi Mulyadi Beri Pekerjaan Guru Sabil, Usai Dipecat Gara-gara Komentari Ridwan Kamil

×

Dedi Mulyadi Beri Pekerjaan Guru Sabil, Usai Dipecat Gara-gara Komentari Ridwan Kamil

Sebarkan artikel ini
Dedi Mulyadi dan guru yang dipecat
Dedi Mulyadi dan guru yang dipecat akibat komentar "maneh" di unggahan Instagram Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. ANTARA/Dok Dedi Mulyadi

CIREBON – Anggota DPR RI Dedi Mulyadi memberikan pekerjaan Muhammad Sabil Fadhillah, guru honorer asal Cirebon yang dipecat akibat mengomentari unggahan instagram Gubernur Jabar Ridwan Kamil dengan kata maneh (kamu, red) sebagai fotografer.

“Saat menemui Sabil beberapa hari lalu, ternyata dia menganggur dan sedang mencari kerja,” kata Dedi, dalam sambungan telepon di Purwakarta, Sabtu.

Atas hal itulah, dia berinisiatif memberi pekerjaan Sabil, yakni menjadi fotografer di timnya.

“Sekarang mah job seeker, masih cari kerja. Barang kali mau dijadikan fotografer atau kameramen akang (Kang Dedi) boleh, itu juga kalau ditawari,” kata Sabil saat ditanya Dedi Mulyadi.

Saat itu, Dedi langsung memenuhi keinginan Sabil, dan keduanya saling berjabat tangan, pertanda sepakat untuk mempekerjakan Sabil sebagai fotografer di timnya. ‚ÄúSerius nih? Kita juga lagi kurang fotografer. Kalau bener salaman, deal,” ucap keduanya saat berjabat tangan.

Sabil adalah mantan guru tidak tetap yang mengajar di SMK Telkom Sekar Kemuning Kota Cirebon, Jawa Barat, yang diberhentikan oleh pihak yayasan yang menaunginya, lantaran dinilai melakukan pelanggaran setelah berkomentar di unggahan media sosial instagram (IG) Gubernur Ridwan Kamil.

Komentar tersebut dituliskan dirinya menggunakan bahasa Sunda “Dalam zoom ini, maneh teh keur jadi gubernur jabar ato kader partai ato pribadi @ridwankamil???” (Dalam zoom ini, kamu lagi jadi gubernur jabar atau kader partai atau pribadi).

Sabil mengaku bahwa sebutan maneh dalam komentar-nya adalah sebuah panggilan akrab. Karena ia menilai orang yang dikomentari adalah sosok yang friendly.
Ia tak menyangka komentar kritikan tersebut akan viral hingga ditandai sebagai komentar yang ditandai. Sebab ia mengaku sudah sering berkomentar tapi baru kali ini menjadi viral hingga akhirnya ia berhenti dari pekerjaannya.