CIREBON. RADARSUKABUMI.com – Kembali masyarakat pengguna jalan raya harus ekstra berhati-hati saat menempuh perjalanan menggunakan moda trasportasi umum maupun pribadi.
Buruknya infrastruktur di ruas jalan poros Kabupaten Cirebon dituding menjadi salah satu faktor banyak kecelakaan yang dialami masyarakat pengguna jalan. Padahal baru sebulan mendapatkan perbaikan dari instansi terkait.
Setelah banyak terjadi kecelakaan, warga kembali memberi rambu alakadarnya. Agar pengendara khususnya roda dua (motor) yang jatuh akibat terjebak jalan yang rusak alias berlubang.
Seperti yang dikeluhkan salah seorang aktivis masyarakat wilayah timur Kabupaten Cirebon, Saefudin, mengaku heran dengan kondisi jalan yang selalu amblas dan membahayakan masyarakat.
“Kami masyarakat pengguna jalan heran dengan cara perbaikan yang dilakukan oleh dinas PUPR, baru sebulan jalan rusak lagi menjadi penyebab banyak kecelakaan,” kata Saefudin tokoh aktivis wilayah timur Kabupaten Cirebon, Jum’at (17/5/2019) pagi.
Saefudin berharap pihak Pemda Kabupaten Cirebon memprioritaskan perbaikan jalan Sindanglaut Pabuaran Ciledug jelang lebaran, karena akan dilewati banyak pemudik dari Jakarta dan kota kota besar lainnya.
“Selain kami masyarakat wilayah Timur Kabupaten Cirebon itu dapat menikmati jalan yang mulus, juga para pemudik yang banyak melewati rute alternatif jalan Kanci via Sindanglaut menuju Pabuaran Ciledug,“ harapnya.
Sedangkan saat dikonfirmasi, pihak UPTD Wilayah VII Ciberes, Anton petugas lapangan pelaksana Dinas PUPR Kabupaten Cirebon mengakui kondisi jalan mengalami kerusakan akibat ada senderan yang pecah.
“Selatah kami turun kelapangan, ternyata penyebabnya ada saluran air yang dibawahnya mengalami kerusakan,“ beber Anton ada pojokjabar melalui sambungan selulernya.
Anton menambahkan, upaya sementara dari pihak UPTD adalah memberikan rambu rambu agar pengguna jalan berhati-hati.
“Itu yang pasang kami, rambu rambu sempat dipasang warga namun sudah kami ganti,“ tandasnya.
(ind/pojokjabar)




