Perempuan 42 tahun itu mengatakan sangat mendukung kegemaran kedua anaknya. Bagi dia, menguatkan fondasi berpikir dan pengetahuan di usia emas merupakan hal yang mutlak.
Selanjutnya, Raihan menceritakan hal yang paling berkesan selama mengikuti lomba dan kontes robotik. Yang terakhir, kakak beradik tersebut mengikuti IISRO 2018 di Malaysia.
’’Kali ini tidak perlu menyamar jadi murid SD lagi,’’ ucap Shanty. Raihan dan Rafie mengikuti enam jenis lomba. Mulai robot sumo, robot chef, underwater, fire fighting, hingga drone racing.
’’Saya paling suka drone racing,’’ ucap Raihan. Hingga kini, prestasi kakak beradik itu cukup membanggakan. Untuk drone racing, mereka berhasil meraih medali perak.
Sementara itu, dua perunggu mereka sabet dalam kategori robot chef dan underwater. Ketika mengunjungi rumahnya di Jalan Simo Rukun V, Suko manunggal, kemarin,
Raihan dan Rafie memperagakan cara memainkan robot kecil hasil rakitannya itu. Yakni, menerbangkannya dengan rendah, kemudian melesat dengan kecepatan tinggi hingga meliuk-liuk mengitari kaki meja. Satu keterampilan yang bahkan tidak semua orang dewasa bisa melakukannya.



