“Tentunya, untuk saat ini, format seperti itu kurang lagi efektif karena rentan hilang atau rusak, serta butuh biaya tidak sedikit untuk mencetaknya,”ujar Budi. Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan digital untuk menyebarkan informasi seputar mudik, di mana cakupan informasi bisa lebih luas, bisa diakses kapan saja dan di mana saja. “Kami menilai, dalam hal ini XL Axiata memiliki kelebihan dan kemampuan untuk menyediakan dukungan berupa informasi digital sesuai dengan yang kami harapkan,”ucapnya.
Ia menambahkan, proses digitalisasi informasi seputar mudik Lebaran 2018 ini merupakan inovasi bagi pemerintah dalam memberikan layanan informasi kepada masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung. Informasi dalam bentuk digital dan bisa diakses melalui smartphone diharapkan bisa menyajikan informasi yang lebih mudah dipahami bagi masyarakat pada umumnya, khusus pelanggan XL Axiata. Apalagi, tidak semua orang merasa nyaman dan mahir membaca informasi pada Peta Mudik yang selama ini dibuat oleh pemerintah.
Informasi seputar mudik yang tersebut antara lain meliputi informasi mengenai call center dan nomor telp darurat yang bisa dihubungi pemudik terkait kebutuhan mudik, daftar tarif jalan tol Jawa, daerah rawan kecelakaan, serta Posko Kesehatan dan rest area yang disediakan Kemenhub.
Selain itu, juga ada informasi mengenai persiapan sebelum melakukan perjalalan mudik, seperti seputar kesehatan sebelum dan selama mudik, himbauan menyiapkan e-money atau uang elektronik, hingga informasi mengenai objek wisata di sepanjang jalur mudik.
Pelanggan XL Axiata bisa mengakses informasi seputar mudik tersebut melalui sejumlah layanan digital yang tersedia. Antara lain melalui SMS LBA (location based advertising) yang disebarkan di titik-titik mudik sesuai dengan informasi yang disampaikan. Dengan demikian informasinya akan menjadi lebih efektif.




