Sementara itu, Peneliti Ekonomi Lingkungan LPEM-UI Bisuk Abraham Sisungkunon dalam paparannya mengatakan, turut bangga karena telah menyumbangkan gagasan pemikiran melalui kajian bagi Perusahaan seperti Danone-AQUA yang berkomitmen menjalankan bisnis berkelanjutan yang ramah lingkungan juga mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami harap hasil kajian ini dapat menjadi bukti komitmen Danone-AQUA dalam menjaga keberlanjutan alam dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, terutama dalam pengelolaan sampah plastik, dan menjadi motivasi bagi Perusahan dan Organisasi lainnya untuk terus berkontribusi dan menjalankan program serupa,” kata Bisuk.
Ketiga pilar #BijakBerplastik yaitu Pengumpulan, Edukasi, dan Inovasi berhasil menempatkan Danone-AQUA sebagai satu-satunya perusahaan produsen minuman yang menggunakan bahan-bahan daur ulang hingga 25% dalam seluruh produknya dan terus berkomitmen membuat 100% kemasan plastiknya dapat digunakan ulang, didaur ulang atau dijadikan kompos pada tahun 2025. Lebih dari itu, gerakan ini juga mendukung usaha inklusivitas ekosistem pengelolaan sampah bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan nilai tambah yang menghasilkan dampak sirkular serta pertambahan nilai.

Sustainable Development Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo mengungkapkan, Gerakan #BijakBerplastik juga merupakan komitmen perusahaan untuk mempraktikkan bisnis untuk kebaikan. “Using Business as a Force for Good, serta pentingnya menangkap serta menerjemahkan perubahan perilaku masyarakat terutama generasi muda yang mulai memilih conscious brand dan produk dalam konsumsinya. Kami bersyukur karena gerakan #BijakBerplastik dapat memberikan inspirasi dan dampak yang positif kepada masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi yang baik kepada kelestarian Bumi kita. Kami juga terus berkomitmen untuk secara aktif mengajak lebih banyak lagi masyarakat sehingga tercipta ownership atau rasa memiliki yang tinggi dari pelaksanaan gerakan ini”, ungkap Karyanto.
Gerakan #BijakBerplastik juga terus mendapat dukungan positif dari para pemangku kepentingan, di antaranya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Yayasan Pembangunan Citra Insan Indonesia (YPCII) sebagai salah satu mitra lembaga yang ikut menjadi pencetus program Inclusive Recycling Indonesia (IRI).
Direktur Pengurangan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ir. Sinta Saptarina Soemiarno, M.Sc mengungkapkan, pemerintah selalu menekankan bahwa industri memegang peranan penting dalam mengimplementasikan praktik usaha yang bertanggung jawab, tidak terkecuali untuk Danone-AQUA. Pemerintah khususnya KLHK secara konsisten mendorong pelaku usaha untuk bertanggung jawab dalam mengelola bisnisnya sebagaimana dipersyaratkan dalam Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.
“Danone-AQUA adalah pelopor perusahaan yang telah menerapkan hal ini dengan baik. KLHK juga ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli dan terus berpartisipasi aktif dalam memelihara lingkungan, terutama kaitannya dengan pengelolaan sampah,” kata Sinta.
Anggi Putri Pertiwi selaku Koordinator Bidang Pembangunan Rendah, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas juga mengungkapkan, penerapan Ekonomi Sirkular sebagai model ekonomi hendaknya mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mendesain produk agar memiliki daya guna selama mungkin, dan mengembalikan sisa proses produksi dan konsumsi ke dalam siklus produksi.




