Pemeringkat Efek indonesia (Pefindo) pun menurunkan peringkat obligasi TAXI yang diterbitkan 2014 dari BB-menjadi D atau default karena gagal bayar. April 2018 perusahaan telah membayar utang bunga tersebut, BEI pun mencabut suspensinya kala itu.
Pada saat yang sama Pefindo juga menurunkan peringkat korporasi TAXI dari BB-menjadi SD atau selective default. Obligor yang mendapatkan rating SD artinya telah gagal untuk membayar satu atau lebih dari kewajiban keuangannya ketika jatuh tempo, tetapi akan terus melakukan pembayaran tepat waktu pada kewajiban lainnya.
Pada 2014, Express telah menerbitkan obligasi dengan nilai Rp 1 triliun. Obligasi dengan kupon 12,25 persen per tahun ini jatuh tempo pada 24 Juni 2019.
(rmol)



