JNE Jadi Pioneer Gaya Hidup Sehat di Era Digital

  • Whatsapp
JNE Eco-Courier moda transportasi yang ramah lingkungan. Paket konsumen yang dikirim kurir pun sampai tepat waktu di alamat yang dituju.

Di zaman now, teknologi terbukti mampu mengisi seluk beluk kehidupan manusia yang serba modern. Kecanggihan yang ditawarkan lagi-lagi memberikan beragam kemudahan terhadap penggunanya.

Mulai dari hal terkecil hingga terbesar membawa perubahan besar dan kian terasa kehadirannya. Namun siapa sangka jika di sisi lain tidak dipungkiri bermunculan masalah baru, sebagai dampak dari pemanfaatan teknologi yang berlebihan.

Bacaan Lainnya

Lihat saja tidak sedikit orang yang malas bergerak, padahal tubuh ini harus melakukan aktivitas fisik agar senantiasa terjaga kebugarannya. Apalagi bagi mereka yang menjadi wanita karier tapi masih menyusui sementara anaknya diasuh oleh neneknya di rumah yang jauh dari tempat mereka bekerja.

Atau bahkan mereka yang aktivitasnya bersinggungan dengan kendaraan, sementara di wilayah kerjanya berlaku kebijakan pemerintah yang membatasi pergerakan mobil maupun motor pribadi demi mengurangi kemacetan dan menggalakkan kampanye peduli terhadap lingkungan. Jangan takut, beragam permasalahan tersebut kini ada solusinya. Berikut liputannya.

SRI SUMARNI, Sukabumi

Jangan sekali-kali menyalahkan teknologi yang semakin canggih, zaman semakin modern. Sebab dibalik kecanggihannya tentu banyak pula hikmah dan manfaatnya. Lihat saja, orang yang asalnya jauh bisa didekatkan dengan teknologi, barang yang dijual di luar negeri misalnya kini dengan cepat bisa didapat lagi-lagi karena kecanggihan teknologi.

Bahkan tidak ingin mencemari lingkungan akibat gas emisi kendaraan yang dihasilkan, dan ogah bertemu dengan hiruk pikuk kemacetan padahal barang maupun berkas perusahaan harus segera dikirim ke si empunya itu tenang saja jangan khawatir semuanya bisa dilakukan dengan kecanggihan teknologi.

Nah untuk menjawab segala problematika yang menghimpit masyarakat era milenial sekarang ini, JNE sebagai salah satu perusahaan jasa terbesar dan ternama di Indonesia mempunyai solusi jitu bukan hanya mengantar kiriman paket semata, tapi sekarang JNE telah melebarkan sayap pada pemenuhan gizi bagi bayi dengan memberi solusi dalam hal pemenuhan kebutuhan Air Susu Ibu (ASI) bagi si buah hati yang ditinggalkan ibunya bekerja dengan layanannya JESIKA.

Jangan salah tafsir terlebih dahulu. Meski namanya mirip dengan artis papan atas, tapi JESIKA yang dimaksud disini adalah singkatan dari Jemput ASI Seketika atau JESIKA. Tidak hanya itu JNE juga punya JNE Eco-Courier, di mana para kurirnya menggunakan sepeda.

Layanan ini merupakan salah satu program dan aktivasi JNE dalam memberikan kualitas pelayanan prima kepada seluruh pelanggan setia, khususnya di wilayah tempat diberlakukannya kebijakan pemerintah yang membatasi pergerakan mobil mau pun motor pribadi demi mengurangi kepadatan lalu lintas.

Sekaligus menggalakkan kampanye kepedulian terhadap lingkungan, dengan turut mengurangi polusi udara menggunakan sepeda sebagai moda delivery transportation karena rendah emisi (zero emission transportation).

JNE Eco-Courier ini bekerja sama dengan komunitas kurir sepeda Westbike Messenger Service yang didukung oleh puluhan kurir sepeda beratribut, serta seragam khusus. Jadi barangpun sampai di tujuan, tanpa berjibaku dengan kemacetan kan.

Dengan demikian, seluruh layanan unggulan yang digagas JNE ini tentunya sangat mendukung akan gaya hidup sehat yang menjadi pilihan sejumlah masyarakat di Indonesia saat ini.

Menyadari akan pentingnya ASI sebagai makanan yang sangat dibutuhkan bagi bayi yang baru saja dilahirkan, membuat banyak konsumen tertarik dan cepat-cepat mengakses layanan JESIKA dari JNE.

Seperti yang dilakukan Neng dan Ririn. Kedua ibu muda ini adalah wanita karier yang berkomitmen tinggi agar buah hati mereka di rumah tetap menikmati ASI dari ibunya pada jam-jam di mana bayi membutuhkan asupan makanan terutama ASI.

Neng yang bekerja di salah satu perusahaan di kawasan Tomang Jakarta Barat itu memiliki anak yang kini berusia 20 bulan, dan selama dia bekerja anaknya tersebut diasuh neneknya. Sekitar Mei 2018, ia gerak cepat (Gercep) mengakses layanan JESIKA.

“Saya senang JESIKA ini pengirimannya cepat dan langsung ke rumah, setelah pick up langsung loh diantar ke rumah jadi tidak mengganggu kualitas ASI saya karena pakai cooler bag. Saya tetap memberi ASI karena ASI penting untuk tumbuh kembang anak kami,” tuturnya saat dikonfirmasi Radar Sukabumi, Minggu (29/9).

Senada juga dikatakan Ririn. Wanita karier yang satu ini bahkan sejak mulai masuk kerja setelah cuti melahirkan dua tahun lalu, ia antar ASI menggunakan JESIKA.

“Saya karyawan di perusahaan swasta di Jakarta, sekarang sudah usia 2 tahun diasuh oleh pengasuh anak di rumah. Stok ASI yang sedikit sehingga kejar-kejaran dengan kebutuhan ASI anak saya. Jadi apabila stok kosong di rumah, hasil pumping di kantor langsung dikirimkan ke rumah,” ujarnya.

Ririn mengaku cepatnya JESIKA, hanya dalam waktu 1-2 jam ASI sampai ke rumahnya.”Semuanya karena tekad saya adalah meng-ASI-hi selama 2 tahun ya mba, saya akan berjuang apapun caranya agar anak saya bisa full ASI,” tegasnya.

Komitmen JNE dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan profesional terutama mendukung tumbuh kembang anak yang membutuhkan asupan gizi lewat ASI dengan salah satu layanannya JESIKA diacungi jempol, bahkan mendapat tanggapan positif dari dr Lulis Delawati, Pengamat Kesehatan Kota Sukabumi.

“JESIKA dari JNE ini jelas sangat membantu pemerintah, dan memudahkan untuk ibu menyusui dapat memberikan ASI nya. Sungguh layanan yang bagus, dan peduli terhadap kesehatan bayi dan ibunya,” tegas dr Lulis.

Lulis yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi ini pun bangga dengan perusahaan yang tidak hanya business oriented, akan tetapi juga care dan mengerti akan kebutuhan konsumennya, seperti JNE.

Meskipun kondisi sekarang sebetulnya fasilitas di sebagian tempat kerja sudah ada ruangan khusus untuk ibu menyusui, seperti di kota-kota besar ada di mall.

“Untuk di Kota Sukabumi yang sudah ada ruang khusus ibu menyusui/pojok ASI untuk ibu kerja tapi menyusui itu salah satu contohnya ada di Bank Jabar Banten (BJB),” terangnya.

Ia menilai, dengan adanya fasilitas pojok ASI di tempat kerja dan tempat tempat umum, serta sosialisasi promosi yang terus menerus dilakukan di berbagai media menjadikan kesadaran memberi ASI khususnya para ibu muda semakin meningkat.

“Manfaatnya jelas banyak, ASI dapat memberikan kekebalan terhadap bayi yang dapat menangkal berbagai penyakit, mencegah diare dan malnutrisi, nutrisi yang lengkap serta memperkuat ikatan ibu dan bayi,” tuturnya.

Sementara itu Doedi Hadji Sapoetra selaku Head of Marketing Communication Division JNE menjelaskan, awal layanan JESIKA muncul dari hasil diskusi JNE dengan komunitas ayah ASI dan AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia).

“Dengan kesadaran akan pentingnya ASI untuk buah hati tercinta, JNE menyediakan inovasi produk untuk menjawab kebutuhan Ibu-ibu menyusui tanpa menghalangi aktivitas sehari-hari,” terangnya.

Dengan begitu, para ibu dapat dengan tenang melakukan aktivitasnya, tanpa takut kebutuhan nutrisi terbaik buah hatinya tidak tercukupi. Layanan JESIKA yang ada di Jakarta di-launching pada tahun 2013 lalu telah memiliki ratusan pelanggan, yaitu ibu-ibu menyusui yang berprofesi sebagai wanita karier atau pekerja profesional.

“Jarak tempat bekerja atau kantor dari tempat tinggal, tidak menjadi kendala untuk terus memberikan ASI kepada anak mereka yang masih membutuhkannya. Karena kurir perempuan khusus JESIKA siap sedia untuk menjemput ASI dari sang ibu, untuk diantarkan ke tempat anak bayinya dengan penanganan serta box khusus,” paparnya.

Menurutnya, saat ini layanan JESIKA terdedia di JABODETABEK. “JESIKA merupakan salah satu bentuk kepedulian JNE terhadap masyarakat, jadi begitu timbul inisiatif untuk memenuhi kebutuhan ibu–ibu menyusui yang bekerja, maka produk layanan ini diluncurkan.

Melihat banyaknya jumlah Ibu yang bekerja khususnya di kota besar JNE berinisiatif memberikan layanan jemput ASI untuk kemudahan para ibu bekerja,” ulasnya.

Saat ini JNE menilai bahwa kebutuhan atau pasar pengguna fasilitas JESIKA masih di kota Jakarta.

“Mayoritas konsumen JESIKA adalah ibu muda dengan rata-rata jumlah anak satu orang, pelanggan JESIKA saat ini mayoritas adalah karyawan swasta. Kurir JESIKA seluruhnya perempuan untuk memberikan kenyamanan kepada para ibu menyusui.

JESIKA akan memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi ibu-ibu menyusui karena menggunakan moda pengantaran sepeda motor yang dilengkapi tas berpendingin khusus (cooler bag), ice pack, plastik klip bersegel, dan barcode untuk menjaga kualitas ASI dan mencegah tertukar dengan ASI lain selama pengiriman,” paparnya.

Hanya tersedia hari kerja Senin-Jumat untuk wilayah penjemputan, dan pengantaran se-Jabodetabek. Maksimal 5 botol ASI per pengiriman. Gratis botol ASI baru, penjemputan dan pengantaran hari berikutnya jika botol ASI pecah dalam pengantaran.

“Tarif dapat langsung menghubungi layanan customer service bebas pulsa khusus JESIKA di 08001451451,” ungkap Doedi.

Bagaimana dengan JNE Eco-Courier? Pada awalnya JNE sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa kiriman ekspress dan logistik ingin memberikan layanan terbaik bagi pelanggan, di mana kepadatan lalu lintas khususnya di kota besar merupakan salah satu tantangan.

Pada tahun 2014 JNE pernah menambahkan moda transportasi sepeda listrik yang di implementasikan di Jakarta, yang efektif mendukung peraturan pemerintah Kota mengenai larangan bagi sepeda motor di beberapa ruas jalan protokol di Jakarta.

“Kemudian kami bekerja sama dengan WMS sebagai komunitas kurir sepeda. JNE berharap bisa menyediakan solusi layanan delivery yang eco-friendly atau eco-green melalui JNE Eco-Courier, dan berpartisipasi dalam kampanye Indonesia Bebas Polusi, serta mengkampanyekan gaya hidup lebih sehat melalui bersepeda,” ucapnya.

Program JNE Eco-Courier ini akan menjadi acuan JNE untuk terus melakukan inovasi, pengembangan, dan perbaikan untuk memaksimalkan layanan dengan menyambungkan kebahagiaan antara pengirim dengan penerima paket sesuai tagline JNE “Connecting Happiness”.

“Produk jasa ini sudah ada di lima wilayah Jakarta, satu wilayah Bandung Tengah dan sebentar lagi akan diperluas di wilayah Bandung Selatan. Ada juga di Surabaya Kota, Medan dan Lampung,” katanya.

Jika konsumen ingin menggunakan produk jasa ini, JNE memetakan model operasional paling relevan mengenai pengiriman paket menggunakan moda sepeda di titik–titik kiriman yang jumlah load shipmentnya tinggi dan banyak seperti di daerah perkotaan, sehingga pelanggan yang mengirimkan paketnya melalu JNE ke 5 Kota tujuan yang memilki komunitas kurir sepeda WMS, paketnya dapat diantarkan langsung oleh WMS. (sri)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *