JAKARTA — Ada sejumlah bahaya kebiasaan yang ternyata membuat lemak menumpuk di perut. Hal tersebut harus dihindari, karena jika diabaikan kamu bisa terkena obesitas.
Kebiasan-kebiasaan tersebut umumnya dianggap remeh, hingga akhirnya berdampak buruk: Dilansir dari Eat This Not That, berikut kebiasaan yang membuat lemak menumpuk diperut, perhatikan juga cara mengatasinya:
1. Scrolling Media Sosial Sebelum Tidur
Hindari kebiasaan tersebut sebelum tidur, karena cahaya biru yang dipancarkan dari ponsel dan komputer menekan melatonin dan mengganggu ritme sirkadian serta tidur nyenyak.
Ketika Anda tidak tidur nyenyak, otak menginginkan energi dan sangat membutuhkan gula. Sangat mudah untuk makan makanan manis secara berlebihan sebagai upaya untuk membuat otak tetap terjaga.
2. Minum Segelas Susu Sebelum Tidur
Beberapa orang menikmati susu hangat sebelum tidur dengan asumsi akan membuat tidur lebih nyenyak. Namun kalori ekstra yang terkandung di dalam susu bisa membuat lingkar pinggang semakin besar.
3. Minum Kafein
Kafein yang dikonsumsi enam jam sebelum tidur benar-benar dapat mengacaukan segalanya, mendatangkan malapetaka pada tidur malam yang nyenyak. Hal ini tidak hanya berlaku untuk pola tidur, tetapi juga dalam hal penambahan berat badan.
4. Makan Berdekatan dengan Waktu Tidur
Makan terlalu dekat dengan waktu tidur adalah hal yang tidak boleh dilakukan. Idealnya, Anda harus makan makanan terakhir pada hari itu tiga jam atau lebih sebelum tidur. Dilansir dari alodokter, berikut cara membakar lemak yang efektif:
1. Melakukan olahraga aerobik dan latihan kekuatan
Salah satu cara membakar lemak tubuh yang bisa menjadi pilihan adalah rutin melakukan olahraga aerobik.
Lakukan olahraga ini secara rutin setiap hari selama 30 menit untuk membakar lemak dan membuat tubuh tetap fit.
2. Mengonsumsi makanan pembakar lemak
Menurut penelitian, makanan yang mampu membantu membakar lemak, di antaranya makanan yang mengandung serat, asam lemak tak jenuh tunggal, dan asam linoleat terkonjugasi atau conjugated linoleic acid (CLA).
Beberapa jenis makanan tersebut terdapat pada yoghurt rendah lemak, beragam buah beri, sereal gandum, flaxseed, dan teh hijau. Buah atau tanaman herba Garcinia cambogia juga diklaim dapat meningkatkan metabolisme.(*)




