EKONOMI

Ekonomi Kita Panas Dingin

×

Ekonomi Kita Panas Dingin

Sebarkan artikel ini

Jika baja China tak memiliki daya saing di AS, otomatis mereka akan mencari pasar baru, salah satunya Indonesia. Dengan banyaknya baja China yang masuk ke Indonesia, dikhawatirkan mempengaruhi daya saing baja Indonesia. “Tapi untuk saat ini masih terlalu dini bereaksi. Kami rapat koordinasi dulu dengan Menteri Perindustrian,” pungkasnya.

Ekonom Indef, Ahmad Heri Firdaus menyebut perang dagang ini bisa membuat ekonomi kita meriang, alias panas dingin. Diharapkan, pemerintah membuat antisipasi jika perang dagang ini terjadi. “Antisipasi harus dilakukan, utamanya menjaga industri baja nasional. Jika tidak, akan menjatuhkan industri kita,” ujar Heri, kemarin.

Bank bjb Tandamata

Menurut Heri, industri baja nasional saat ini mulai membaik. Jika pasarnya tidak dijaga dengan tidak menuntup kran impor, maka bisa berdampak terhadap Indonesia. “Bisa jadi ASEAN jadi target pasar. Pemerintah harus melindungi industri nasional,”ujarnya.
Rencana Trump ini memang bertujuan melindungi industri dalam negeri AS dari gempuran produk asing. “Kami akan membangun industri baja dan industri aluminium kembali ke dalam negeri,” ujar Trump dilansir Reuters, Jumat (2/3).

Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders mengatakan, kebijakan tarif impor baja dan alumunium secara resmi akan diumumkan pekan ini. Saat ini pemerintah sedang menyelesaikan rincian tarif impor tersebut.
Sementara, Wakil Ketua Asosiasi Industri Besi dan Baja China Li Xinch-uang mengatakan, produsen sangat marah dengan kebijakan bea masuk baja yang ditetapkan AS. Kebijakan tarif impor tersebut dianggap kebijakan pro-teksionisme yang bodoh. “Ini hanya akan membuat Amerika semakin lemah, bukan-nya semakin kuat. Kebijakan overproteksionisme hanya akan membuat biaya konsumen meningkat,” ujarnya.(rmol)