Petugas Pemilu Tahun 2024 Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

SUKABUMI – Sebanyak 7.287 orang petugas penyelenggara Pemilu 2024 mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan untuk dua program, yaitu Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Penyerahan kartu kepesertaan secara simbolis dilakukan oleh Ketua Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Sukabumi Yudi Yustiawan, Ketua KPU Kota Sukabumi Imam Sutrisno, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Oki Widya Gandha, Kepala Disnaker Kota Sukabumi Abdul Rachman kepada perwakilan petugas KPPS pada Senin, 12/02/2024 di RM Joglo Sukabumi.

Sebanyak 6.993 petugas KPPS terlindungi selama 1 bulan mulai 1 Februari 2024 dan sebanyak 294 petugas terlindungi selama 4 bulan mulai Januari hingga April 2024.

Tentunya dalam melaksanakan tugasnya, para petugas KPPS tidak luput dari resiko. Maka dari itu negara hadir melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dirasakan oleh seluruh petugas KPPS.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Oki Widya Gandha mengatakan penyerahan simbolis kartu kepesertaan ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerjasama antara BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi dan Pemerintah Kota Sukabumi dalam hal ini Kesbangpol Kota Sukabumi yang sangat peduli kepada seluruh petugas penyelenggara pemuli tahun 2024 di wilayah Kota Sukabumi.

“Kepedulian Pemerintah Kota Sukabumi sangat besar kepada masyarakatnya termasuk para petugas KPPS ini, Pemerintah Kota Sukabumi merupakan salah satu dari 5 Pemerintah Daerah yang menganggarkan perlindungan bagi petugas Pemilu tahun 2024,” ucapnya.

Oki menyampaikan para petugas KPPS yang sudah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan tidak perlu merasa khawatir jika terjadi risiko karena jika risiko terjadi maka kami akan memberikan hak sesuai dengan ketentuan.

Manfaat jika mengalami JKK berhak mendapatkan perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai indikasi medis, homecare service, santunan sementara tidak mampu bekerja selama 12 bulan pertama sebesar 100 persen upah.

Jika meninggal dunia akibat kecelakaan kerja mendapatkan santunan 48 kali upah hingga program kembali bekerja atau return no work, sedangkan manfaat program JKM yaitu santunan sebesar Rp42 juta dan beasiswa untuk dua orang anak mencapai Rp174 juta. Adapun rinciannya untuk tingkat TK sebesar Rp1.500.000 per orang per tahun, tingkat SD sebesar Rp 1.500.000 per orang per tahun, tingkat SMP sebesar Rp 2.000.000 per orang per tahun, tingkat SMA sebesar Rp 3.000.000 per orang per tahun dan tingkat pendidikan tinggi strata 1 sebesar Rp 12.000.000 per orang per tahun. (izo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *