BPJAMSOSTEK Sukabumi Gelar FGD Bahas Strategi Perlindungan Pekerja Non ASN dan Rentan

BAHAS PEKERJA: Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman didampingi Kepala BPJAMSOSTEK Sukabumi Oki Widya Guna saat focus group discussion (FGD) tentang kepesertaan pegawai non ASN dan pekerja rentan, Kamis (9/6). FOTO: ISTMEWA

RADARSUKABUMI.com – BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Sukabumi menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Pangrango, Kamis (9/6). Dalam FGD bertema “Penentuan Strategi Perluasan Kepesertaan Khususnya Non ASN dan Pekerja Rentan di Kabupaten Sukabumi” dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman.

Kepala BPJAMSOSTEK Sukabumi, Oki Widiya Ganda menyebutkan bahwa FGD tersebut membahas perlindungan pekerja non ASN untuk menjadi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, menurutnya di luar ASN juga masih ada relawan dan tenaga rentan.

Bacaan Lainnya

“Karena target jaminan sosial minimal 40 persen untuk di-cover oleh BPJS Ketenagakerjaan bila terkena sakit dan harus dirawat di RS, upaya upaya pemerintah sudah terstruktur dari pusat sampai daerah untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi pekerja rentan dan mereka memperoleh Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM),” kata Oki.

Sementara itu, dalam arahanya Sekda Kabupaten Sukabumi mengatakan bahwa program ini sudah lama direncanakan. Saat ini, program tersebut bisa terpenuhi kepesertaan non ASN dan bagi pekerja rentan yang terkena kecelakaan kerja bisa di fasilitasi dengan masuknya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Sekda, ikhtiar tersebut sebagai wujud kepedulian dan rasa tanggung jawab bersama antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan BPJAMSOSTEK untuk memberikan keamanan dan kenyamanan terutama pegawai Non ASN dan rentan di Kabupaten Sukabumi.

“Saya berharap dengan sinergitas semua pihak, program jaminan bagi pekerja Non ASN dan rentan bisa terwujud sehingga mereka dapat menikmati fasilitas kesehatan,” harap Sekda. (izo/radar sukabumi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan