“Semua ini dibuat asing, Anda tidak bisa membeli barang-barang seperti itu di Ukraina: makanan kering dan keripik Amerika, muesli Britania, bar sereal, waffle, mi instan, dan gula dari negara-negara lain. Terdapat juga berkotak-kotak rokok dan tas (merk) Duty Free,” tulis RIA Novosti.
Seorang kombatan Republik Rakyat Luhansk (LPR), Matyev Platov yang ikut memasuki Desa Troitke, menyebutkan, perbekalan makanan yang ditemukan tersebut menunjukkan indikasi bahwa Ukraina mengerahkan “tentara bayaran asing” di wilayah ini.
Masih dilaporkan RIA Novosti, saat pasukan LPR memasuki Troitske, pasukan Ukraina telah kabur meninggalkan Troitke. Troitske terletak di dekat garis demarkasi antara Ukraina dengan LPR dan Republik Rakyat Donetsk (DPR), dua kelompok separatis pro-Rusia.
Troitke ini berada dalam penguasaan Ukraina sejak perang separatis meletus pada 2014.(*)






