Warga Sukalarang Cium Dugaan Penyelewengan Dana BUMDes

Kepala Desa Sukalarang, Ece Suryadi, saat menjelaskan kepada warga soal DD tahap 1 2019 untuk Bumdes Sukalarang.

Setelah mengetahui adanya dugaan penyelewengan anggaran tersebut, ia bersama warga lainnya berencana akan melaporkan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian. “Insya Allah, dalam waktu dekat ini kami akan melaporkan dugaan penyelewengan ini kepada Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota,” tandasnya.

Kepala Desa Sukalarang, Ece Suryadi mengatakan, pemerintah Desa Sukalarang sudah menganggarkan pengadaan mesin jahit pada DD tahap 1 2019, sesuai dengan juklak dan juknisnya. “Kami sudah mengalokasikan anggaran DD 2019 untuk Bumdes Sukalarang sebesar Rp51.143.230. Anggaran ini, kami berikan melalui rekening Bumdes untuk penggunaan unit pertanian serta agrowisata Rp39.745.000 dan untuk pengadaan LPK mesin jahit Rp11.398.230,” jelas Ece.

Bacaan Lainnya

Saat melakukan mediasi, pihaknya menekankan kepada Ketua Bumdes Sukalarang agar dalam waktu 7 hari segera menyediakan tiga mesin jahit untuk LPK Bumdes Sukalarang. “Mesin jahit itu sudah dialokasikan dari DD dan menjadi aset desa. Iya, makanya saya tantang Bumdes agar dalam waktu satu minggu ini harus ada tiga mesin jahit itu. Bila anggaran itu tidak direalisasikan, saya takut diperiksa oleh inspektorat,” akunya.

Ketua Bumdes Sukalarang, Aom Mustasrom mengaku persoalan tersebut akibat misskomunikasi dan sudah dimusyawarahkan dengan warga, BPD dan Kepala Desa Sukalarang. “Persoalan ini terjadi, akibat miss komunikasi. Alhamdulillah, setelah mediasi persolannya selesai. Inysa Allah, Bumdes Sukalarang akan merealisasikan anggaran DD tersebut dengan menyediakan tiga mesin jahit sesuai dengan hasil musyawarah itu,” katanya.

Ia menambahkan, Bumdes Sukalarang bukan tidak merealisasikan anggaran DD tersebut. Namun mesin jahit milik LPK yang akan dibeli oleh Bumdes, harganya tidak sesuai dengan anggaran dari DD. “Iya kan anggaran DD itu Rp11 juta.

Sementara, anak-anak LPK minta harga mesin jahit itu sebesar Rp12 sampai 15 juta. Terlebih lagi, barangnya bekas. Makanya, saat pencairan DD kami hanya memberikan uang Rp3 juta saja kepada anak-anak LPK. Nah, sisanya ini akan kami belikan untuk mesin jahit yang baru,” pungkasnya. (Den/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan