Bahkan, sangat jarang sekali calon-calon DPD yang turun kemasyarakat secara menyeluruh. Pemilih juga tidak mengetahui kapasitas calon DPD seperti apa.
“Jadi, jangan salahkan masyarakat kalau memang memilih asal-asalan. Ataupun, masyarakat memilih dengan ketenarannya, cantik atau ganteng, bukan soal kapasitasnya dalam mewakili masyarakat di lembaga DPD,” pungkasnya.
Sementara itu, ketidaktahuan masyarakat dengan wakil rakyat di lembaga DPD RI nampaknya dirasakan juga oleh KPU Kota Sukabumi melalui relawan demokrasi (relasi) saat melakukan sosialiasasi di masyarakat. Meskipun begitu, KPU gencar memberikan gambaran dan penjelasan mengenai pemilihan DPD RI di Kota Sukabumi.
“DPD RI memang sulit diketahui masyarakat. Tetapi, kita memberikan pendidikan politik kepada mereka tentang pemilu nanti,” ujar Anggota KPU Kota Sukabumi, Ratna Istianah, kemarin.
Meskipun dalam menyosialisasikan DPD RI tidak membawa secara langsung contoh kertas suara, tapi Relasi terus mengingatkan masyarakat untuk mengetahui calon-calonnya.
“Sekarangkan mayoritas masyarakat memiliki handphone android, kita sarankan mereka untuk membuka Web KPU Kota Sukabumi dan melihat calon-calonnya, terutama untuk menengah ke atas,” ujarnya.
Bahkan diakui Ratna, alat peraga kampanye calon DPD RI yang sudah difasilitasi oleh KPU belum juga diambil. Padahal, pihaknya sudah mencoba menghubungi LO calon DPD dan meminta bantuan ke KPU Jabar.




