Waduh! 59 Persen Perempuan Tidak Bahagia dengan Hidupnya

  • Whatsapp

RADARSUKABUMI.com – Stres dan tekanan media sosial telah membuat anak perempuan dan wanita muda merasa jauh lebih tidak bahagia daripada yang mereka lakukan 10 tahun yang lalu.

Selama satu dekade terakhir, platform media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram telah mengalami peningkatan popularitas, dengan rata-rata Brit/orang Inggris menjadi sangat bergantung pada smartphone.

Bacaan Lainnya

Akibatnya tercatat mereka memeriksa ponsel mereka 28 kali sehari demi melihat medsos.

Fiksasi di media sosial telah mengambil korban pada kesehatan mental banyak gadis dan wanita muda, sebagaimana dijelaskan oleh penelitian yang dilakukan oleh charity Girlguiding.

Menurut organisasi ini, hanya seperempat gadis dan wanita muda yang berusia antara tujuh dan 21 tahun akan menggambarkan diri mereka sebagai sangat bahagia.

Ini sangat berbeda dengan 41 persen yang mengatakan hal yang sama pada 2009.

Selain itu, 59 persen gadis dan wanita muda berusia antara 11 tahun dan 21 tahun mengatakan bahwa media sosial adalah salah satu penyebab utama stres di kalangan anak perempuan dalam kelompok usia mereka, dengan 69 persen menghubungkan tekanan mengambil ujian dan tes sebagai alasan utama untuk stres.

Amanda Medler, pemandu utama di Girlguiding, mengatakan bahwa tindakan harus diambil untuk lebih memerhatikan kesehatan mental anak perempuan dan wanita muda yang secara teratur merasa tidak bahagia dan stres.

“Pesannya tidak bisa lebih jelas dari gadis remaja dan wanita muda tentang keseriusan masalah yang mereka hadapi setiap hari dan dampak negatif pada kehidupan mereka,” kata Medler, seperti dilansir laman Independent

Girlguiding menyurvei 1.903 gadis dan wanita muda berusia antara tujuh tahun dan 21 antara Maret dan Mei tahun ini sebagai bagian dari penelitiannya.

Charity Girlguiding kemudian membandingkan jawaban yang mereka terima dengan kuesioner sebelumnya yang telah dilakukan selama 10 tahun terakhir.

Temuan dari penelitian baru ini telah menyoroti dampak yang bisa ditimbulkan stres pada kesehatan mental anak perempuan dan wanita muda, dengan 50 persen dari peserta berusia antara 11 tahun dan 21 tahun mengatakan bahwa perasaan tidak bahagia secara negatif memengaruhi kesehatan mereka.

“Gadis remaja saat ini tidak bahagia dan lebih banyak dari mereka mengalami masalah dengan kesehatan mental mereka daripada tahun-tahun sebelumnya. Jadi sekarang adalah waktunya untuk bertindak, untuk mendengarkan keluhan para gadis remaja ini dan meresponnya,” pungkas Medler.

(fny/jpnn/izo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *