Vaksin Covid-19 Sinovac China Dituding Tjiptaning Rongsokan, Jawaban Kepala BPOM Bikin Bingung

  • Whatsapp
Presiden Joko Widodo disuntik vaksin Covid-19 pertama kali

JAKARTA -— Politisi PDIP Ribka Tjiptaning yang menyebut vaksin Covid-19 Sinovac asal China sebagai barang rongsokan. Menanggapi hal itu, Kepala BPOM Penny Lukito memberikan tanggapan, menurutnya banyak kalangan di Indonesia membandingkan jumlah efikasi vaksin Covid-19 di Indonesia dan juga Brasil yang dinilai jauh berbeda.

Kepala BPOM Penny Lukito menjelaskan, efikasi di Brasil berubah-ubah karena efikasi tidak dapat dibandingkan dengan platform yang berbeda. Kata Penny, walaupun platformnya sama dengan uji klinis di lokasi berbeda pun tidak dapat dibandingkan. Hal tersebut dikarenakan banyaknya parameter yang menentukan.

“Pertama dari relawan sudah berbeda, jumlahnya berbeda, kemudian tingkat risiko dari relawan berbeda,” katanya.

“Di Brasil 100 persen relawan yang digunakan adalah tenaga kesehatan, dan di Turki 20 persen adalah tenaga kesehatan dan 80 persen pekerja berisiko. Di Indonesia umum, dan ini justru lebih merepresentasikan masyarakat secara umum,” ujar Penny, Minggu (17/1).

Sebelumnya, Jurubicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa vaksin adalah upaya negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman pandemi Covid-19 dan demi tercapainya kekebalan komunitas atau herd immunity.

“Kami telah menerima rekomendasi dari WHO (World Health Organization), bahwa nilai efikasi di atas 50 persen dapat diterima,” tutup Wiku.

Berita sebelumnya, Anggota Komisi IX DPR RI, Ribka Tjiptaning, menyebut vaksin Sinovac yang diimpor Pemerintahan Jokowi untuk virus Corona di Indonesia adalah barang rongsokan. Dia juga dengan tegas menolak divaksin Covid-19.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *