Urugan Tanah di Lahan Anggota DPRD Kota Sukabumi Jadi Soal, Tiga Kendaraan Terjebak  Lumpur

Longsor-Citamiang
Sejumlah kendaraan yang terjebak di lumpur yang menimbun Jalan Lamping, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Selasa (6/9).

CITAMIANG — Naas, tiga unit kendaraan roda empat terjebak dalam lumpur yang menutup akses Jalan Lamping, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang. Diduga, lumpur berasal dari pengurugan tanah yang ada di tempat milik salah satu anggota DPRD Kota Sukabumi.

Dari informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, insiden terjadi sekira pukul 1.00 WIB, saat daerah tersebut diguyuh hujan. Akibatnya, urugan tanah yang lokasinya berada di atas jalan raya menutup akses Jalan Lamping hingga ketebalan beberapa centimeter.

Bacaan Lainnya

“Ada tiga kendaraan yang terjebak di lumpur tersebut karena lumpurnya cukup tebal. Tanah yang menutup akses jalan ini berasal dari urugan tanah yang tidak jauh dari jalan,” ungkap salah seorang warga setempat, Enjang (60) kepada Radar Sukabumi, Selasa (6/9).

Lanjut Enjang, karena intensitas hujan cukup lama sehingga air dari atas tebing mengalir deras dengan membawah tanah urugan. Tak heran, jika tanah tersebut menutup akses jalan.

“Alhamdulillah sekarang sudah dibersihakan pihak pemilik urugan tanah tersebut dibantu Polsek Citamiang dan warga setempat. Kami minta, agar pemilik urugan tanah bisa membangun tembok penahan tanah untuk mengantisipasi kejadian yang sama,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Citamiang AKP Arif Saptaraharja menambahkan, sejauh ini Polsek Citamiang telah koordinasi dengan pihak terkait untuk membersihkan akses jalan dan mengevakuasi kendaraan yang terjebak.

“Sejak pagi tadi saya menerima laporan dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Gedongpanjang, kami telah berusaha melakukan komunikasi dengan pemilik bangunan yang merupakan salah seorang anggota DPRD Kota Sukabumi,” tambahnya.

Adapun, smabung Arif, dalam melakukan proses evakuasi kendaraan yang terjebak dalam lumpur Polsek Citamiang telah koordinasi dengan Satlantas Polres Sukabumi Kota untuk menderek kendaraan kendaraan tersebut.

” Kami juga sudah memanggil saudara Apung, untuk memperhatikan dampak kejadian ini. Namun karena yang bersangkutan sedang di luar kota, mak mengutus perwakilannya untuk menindaklanjuti kejadian ini. Dan sekarang lumpur sudah dibersihkan,” cetusnya.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang anggota DPRD Kota Sukabumi, Henry slamet membenarkan terkait kejadian tersebut. Bahkan, sejauh ini sudah mengirimkan delapan pekerja untuk berupaya membersihkan tanah yang menutup akses jalan.

“Kebetulan saya lagi di luar kota jadi tidak bisa langsung ke lokasi. Tapi sudah mengirimkan orang untuk membersihkan lumpur yang menutup akses jelan tersrbut,” singkatnya. (bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.