Sementara itu, Abdurahman (63) warga Kampung Sawahlega, Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya yang merupakan kakek Ayu mengaku tidak percaya bahwa cucunya tewas terpanggang api bersama ibunya.
“Saya mengetahui peristiwa ini, setelah mendapatkan informasi dari keluarga Iis di Cikembar. Bahwa Iis dan cucu saya telah meninggal dunia setelah terbakar api dirumahnya. Setelah itu, saya merasa terpukul dan sangat shock,” jelas Abdurahman.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Iis dan cucunya tersebut telah meninggalkan rumahnya di Kampung Sawahlega, Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya sekitar 8 tahun lalu setelah bercerai dengan anaknya bernama Deni.
Setelah itu, Iis bersama cucunya pergi meninggalkan kampung tersebut dan pulang ke orangtua angkatnya yang berada di Kampung Sukasirna RT 3/13, Desa/Kecamatan Cikembar.
“Saya terakhir bertemu dengan cucu saya ini sekitar 10 bulan lalu. Saat itu, Iis bersama cucunya datang ke sini saat bulan Ramadan tahun kemarin,” paparnya.
Ia menambahkan, semasa hidupnya Iis merupakan seorang istri yang baik dan sopan. Bahkan, ia sangat mudah bergaul dengan tetangga. Untuk itu, setelah melakukan musyawarah bersama keluarganya di Cikembar, ia berinisiatif ingin memakamkan Iis bersama cucunya di kampung tersebut.
“Keluarga saya disini tidak pernah mengaggap bahwa Iis ini merupakan mantan istri dari anak saya. Kami menganggap ia sebagai keluarga. Makaya setelah menjalani otopsi di RSUD Sekarwangi Cibadak, Iis bersama cucu saya kami bawa sekitar pukul 02.00 WIB untuk di kebumikan disini,” Tambah Abdurahman.(den/t)






