“Simulasi ini adalah salah satu rangakian penyelamatan dan pengamanan teror. Dimana, TNI dengan pasukan Raider 300 terus mengasah kemampuan yang dimiliki khususnya pasukan Gultor dan dilaksanakan di setiap wilayah yang ada diseluruh Jawa Barat,” beber Letnan Satu Pasi Intel Raider 300 Inf. Andhika Febriansyah kepada koran ini, kemarin (26/9).
Lebih lanjut Andhika mengatakan, kenapa memilih Kabupaten Sukabumi tepatnya di Palabuhanratu, karena masyarakat yang majemuk dan juga adanya objek wisata tidak menutup kemungkinan ada kerawanan serangan teror yang lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya.
“Kami melakukan latihan sekaligus melaksanakan pemetaan. Jika suatu saat ada kondisi yang tak baik, kita sudah paham kondisi lingkungan disini,” bebernya.
Andhika menjelaskan, rangkaian latihan penanganan teror setiap tahun selalu dilaksanakan dengan materi berbeda. “Dalam latihan simulasi, melibatkan usur pemerintahan, dan sebanyak 238 personel TNI dan menggunakan senjata khusus pasukan gultor. Saya berharap dengan adanya latihan ini, semua pihak bisa mengantisipasi hal yang tak baik dan langsung melapor kepada pihak berwajib,” tandasnya.(cr1/t)





