SUKARAJA — Warga Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, kembali mengaktifkan ronda malam menyusul maraknya teror ketukan pintu misterius yang terjadi pada dini hari. Tak hanya kaum pria, sejumlah ibu rumah tangga pun turut berjaga, berbekal pentungan dan senter sebagai bentuk antisipasi.
Fenomena ini memicu keresahan di tengah masyarakat, terlebih setelah beredar pesan suara di media sosial yang memperingatkan warga agar tetap waspada. Ketukan pintu yang terjadi tanpa jejak pelaku menimbulkan spekulasi, mulai dari aksi kriminal hingga hal mistis.
Nina Fatimah, warga Langensari, mengaku ikut ronda malam karena khawatir dengan teror tersebut.
“Ibu-ibu bergiliran ronda karena bapak-bapak sudah kewalahan. Teror ketukan pintu ini sangat meresahkan, warga jadi waswas,” ujarnya.
Linmas Desa Pasirhalang, Aep, membenarkan bahwa teror tersebut telah meluas ke pemukiman warga Langensari dan terjadi secara acak, namun konsisten di jam yang sama, sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 dini hari.
“Kami mengadakan ronda malam untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Meski belum terlihat pelakunya, warga tetap berjaga,” jelasnya.
Aep juga menyebut bahwa kejadian ini mengingatkan warga pada teror “kolor ijo” yang pernah menghantui wilayah Sukabumi beberapa tahun silam. Hingga kini, belum ada laporan resmi dari warga kepada pihak kepolisian, namun Polres Sukabumi Kota telah meningkatkan patroli di sejumlah titik.
Warga diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan segera melaporkan ke aparat jika menemukan hal mencurigakan. Teror ketuk pintu ini menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.(den/d)




