Terinspirasi Film Horor, Siswi SMP Bunuh Bocah Secara Sadis di Taman Sari

  • Whatsapp
Wakapolres Jakarta Pusat, AKBP Susatyo Purnomo merilis kasus pembunuhan, Siswi SMP (kanan) bunuh bocah 5 tahun di Sawah Besar.

JAKARTA – NF, 14, pelaku pembunuhan bocah 5 tahun memberikan kesaksian kepada polisi. Dia mengaku membunuh korban dengan cara ditenggelemkan ke dalam bak mandi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, agar korban tidak berteriak, pelaku memasukan jari tangannya ke dalam mulut korban. Dia menahan posisi tersebut hingga korban sudah terlihat lemas di dalam air. “Korban ditenggelamkan, dicekek dan pelaku memasukan jari ke dalam mulut korban agar tidak berteriak,” kata Yusri di Polres Metro Jakarta Pusat, Sabtu (7/3).

Bacaan Lainnya

NF mengaku menenggelamkan korban sekitar 5 menit. Setelah dipastikan tewas, korban dimasukan ke dalam ember cucian. Jenazah ditutupi dengan seprai agar tidak terlihat oleh orang-orang yang masuk ke dalam toilet.

Awalnya korban akan langsung dibuang. Mengingat kondisi rumahnya di pemukiman pada penduduk, maka dia urung melakukan rencana itu. Dia lebih memilih membawa jenazah ke kamarnya di lantai 2, lalu diletakan di dalam lemari. “(Mulut) korban disumpal tisu karena saat dimasukan jari ke mulut korban mengeluarkan darah,” imbuh Yusri.

Pada pagi harinya, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Metro Tamansari dan mengaku telah melakukan pembunuhan. Setelah dilakukan pengecekan, polisi benar menemukan jasad korban di dalam lemari, dengan keadaan di tumpuk pakaian.

Sebelumnya, Pembunuhan sadis dilakukan oleh Anak Baru Gede (ABG) berinisial NF, 14 terhadap bocah 5 tahun berinisial APA. Kejadian ini terjadi di Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Jumat (5/3) pukul 11.00 WIB. “Pengakuan dari seorang NF dia melakukan dengan kesadaran dan dia terinspirasi oleh film,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto.

Heru menuturkan, NF membunuh korban dengan cara ditenggelamkan di dalam bak mandi. Setelah lemas, korban kemudian dibawa ke tempat tidur. Kondisi korban sudah mengeluarkan darah dari dalam mulut. Pelaku kemudian menyumpalnya dengan tisu. Kemudian korban diikat menggunakan tali. Niatnya korban mau dibuang oleh pelaku, namun karena hari sudah menjelang sore, maka korban disimpan ke dalam lemari.

Fakta terbaru yang ditemukan penyidik, ternyata pelaku merupakan anak yang mempunyai kecerdasan yang cukup tinggi.

“Anak ini cukup cerdas, berkemampuan Bahasa Inggris cukup baik,” kata Wakapolres Jakarta Pusat, AKBP Susatyo Purnomo saat dikonfirmasi, Sabtu (7/3).

Selain itu, kata Susatyo, dari hasil olah TKP, ditemukan tulisan coretan di dalam buku tulis pelajaran milik pelaku yang berisikan curahan hati.

“Pelaku mencurahkan kekesalannya terhadap sosok sang ayah dalam buku itu,” ungkapnya.

Kini kasus tersebut terus dikembangkan penyedik dengan melakukan pemeriksan sejumlah saksi.

“Kita periksa saksi, semua temuannya akan dihimpun untuk disinkronkan,” ungkapnya.

(jpg/pojoksatu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *