Tanggapan Warga Sukabumi Soal Beli Gas 3 Kg Gunakan e-KTP, Kalau Bisa Mudah Kenapa Dipersulit

Ilustrasi penjualan gas LPG 3 kg
Ilustrasi penjualan gas LPG 3 kg (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

SUKABUMI — Adanya aturan pemerintah pusat yang akan mengatur pembelian gas LPG 3 kilogram menggunakan e-KTP mulai 2023, menuai kritikan dari masyarakat Sukabumi.

Salah satunya Iyan Sopian (37) warga Cikidang Kabupaten Sukabumi, menurutnya adanya aturan yang mewajibkan masyarakat menggunakan e-KTP dalam pembelian Gas 3 Kg bisa mempersulit masyarakat.

“Ya sangat menyulitkan, bikin KTPnya saja di Sukabumi sulit jadi, asalan blangko habis dan lain-lain. Ini ada aturan lagi beli Gas 3 Kg harus gunakan KTP, bagaimana bagi warga yang belum punya e-KTP yang ada di peloksok pedesaan, susah dong, “cetusnya.

Menurutnya, semakin banyak aturan pemerintah seharusnya mempermudah masyarakat bukan mempersulit. Oleh sebab itu dirinya menilai, pemerintah tidak bisa dan cekatakan dalam mengelola pemerintahan.

“Tujuannya apa sih penggunaan e-KTP, biar orang kaya tidak beli Gas 3 Kg. Hukum ekonomi kan kalau banyak laku kan untung, ini malah susah. Saya selaku pedagang kecil sangat menolak aturan tidak jelas ini, “terangnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, semakin banyaknya aturan seharusnya semakin dipermudah dan dipersingkat agar masyarakat bahagia, kalau seperti ini pasti selalu akan ada oknum yang mengolah kesulitas gas 3 Kg ini.

“Ya pasti oknum bermain lagi, seperti bikin KTP pasti ada calo karena masyarakat ingin cepat dan mudah. Ini juga pasti ada calo-calo gas 3 Kg, dengan begitu kan pemerintah sama saja menciptakan dan menyuburkan praktik percaloan, “tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten, Eten Rustandi kepada Radar Sukabumi. Bahwa, menurutnya rencana pembelian tabung gas 3 kilogram dengan dengan menggunakan KTP-el ini, dimaksudkan agar distribusi LPG bersubsidi tepat kepada sasaran dan menghindari penyalahgunaan LPG tersebut.

“Memang itu, baru rencana tapi itu akan dilakukan dan informasinya akan diimplementasikan pada tahun ini. Namun, untuk waktu tepatnya belum ditetapkan oleh pemerintah. Akan tetapi akan dilaksana tahun ini,” kata Eten kepada Radar Sukabumi pada Minggu (07/01).

Lebih lanjut Eten menjelaskan, bahwa pada dasarnya pembelian gas LPG menggunakan KTP-el ini, sudah lama diberlakukan karena untuk pelaporan penjualan ke Pertamina dan dicatat di Logbook. Adapun rencana pemakaian KTP-el kembali dipastikan untuk registrasi memakai aplikasi My Pertamina. “Sehingga setiap orang akan mendapat QR Code atau barcode masing-masing dan terdata di database Pertamina,” ujarnya.

Sebelum pembelian gas LPG menggunakan KTP-el diimplementasikan di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi, informasinya direncanakan pemerintah terlebih dahulu akan menjalankan pembelian digitalisasi untuk pembelian BBM di setiap SPBU dan SPBE di wilayah Sukabumi menggunakan barcode My Pertamina.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *