Supir Maut Lakalantas Cibeureum Jadi Tersangka, Polisi : Pelaku masih Dirawat di Rumah Sakit

kecelakaan lalu lintas di Jalan RA Kosasih, tepatnya di depan Pesona Cibeureum Permai
RINGSEK: Kondisi kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan RA Kosasih, tepatnya di depan Pesona Cibeureum Permai, Kamis (22/9).

SUKABUMI — Usai lima hari dilakukan penyidikan, terhadap Elizabeth Hoo (71) supir Mitsubishi Xpander F 1349 OJ akhirnya ditetapkan tersangka dalam peristiwa kecelakaan maut yang merenggut nyawa hingga tiga orang pada Kamis (22/9) lalu di Jalan RA Kosasih, Puri Cibeureum Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota Ipda Jajat Munajat mengatakan, Satlantas Polres Sukabumi Kota saat ini sudah melayangkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

“Ya, sejak dinaikan proses penyidikan Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota saat itu juga secara otomatis yang bersangkutan atau saudari EH ini naik menjadi tersangka,” kata Jajat kepada Radar Sukabumi, Selasa (27/9).

Lanjut Jajat, sejauh ini perkembangan kasus yang menewaskan tiga orang warga itu masih dalam tahap penyidikan. Hari kelima pasca kejadian, pihak ATPM telah memeriksa mobil matik yang menabrak angkot.

“Hari ini sudah masuk hari kelima, dan kami sudah masuk dalam tahap penyidikan dari kecelakaan tersebut kemudian juga tahapan pemeriksaan tentang fungsional mesin. Kami bekerjasama dengan ATPM Mitsubishi langsung dari Jakarta yang kemudian sudah melakukan pemeriksaan secara keseluruhan dari fisik mesin bekerja dengan masih baik atau cukup baik,” ujarnya.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota Ipda Jajat Munajat
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota Ipda Jajat Munajat

Menurutnya, terdapat bagian dalam mobil yang membutuhkan pemeriksaan khusus. Bahkan, hasil pemeriksaan bisa menghabiskan waktu sekitar dua bulan.

“Ada namanya airbag ECU, ini yang memerlukan waktu kurang lebih sekitar dua bulan. Karena harus dikirim ke produk atau produsen langsung di Jepang. Alat ini yang merekam dari peristiwa terakhir pada kendaraan. Misalnya, saat menginjak rem, kedalaman pedal saat diinjak rem, kecepatan lima detik terakhir, putaran mesin lima detik terakhir dan lain-lain,” cetusnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *