BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

SETARA : Kota Sukabumi Masuk 10 Besar Kota Paling Toleransi Tertinggi di Indonesia, Ini Buktinya

×

SETARA : Kota Sukabumi Masuk 10 Besar Kota Paling Toleransi Tertinggi di Indonesia, Ini Buktinya

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN : Walikota Sukabumi Achmad Fahmi pada saat memberikan sambutan
SAMBUTAN : Walikota Sukabumi Achmad Fahmi pada saat memberikan sambutan. (foto : ist)

SUKABUMIKota Sukabumi menjadi kota yang mendapatkan skor toleransi yang paling tinggi dalam laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2022 versi SETARA Institute. Diketahui Kota Sukabumi menjadi kota ke enam yang mendapatkan kota Toleransi paling tinggi dengan skor 5,810, sementara untuk kota yang mendapatkan rangking pertama diisi oleh Kota Singkawang dengan skor 6,583.

SETARA Institute membeberkan 10 Kota yang memiliko Toleransi yang paling tinggi, diantaranya Singkawang, Salatiga, Bekasi, Surakarta, Kediri, Sukabumi, semarang, manado, kupang dan Magelang.

Bank bjb Tandamata

Ketua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi dalam siaran Persnya menyebutkan, Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2022 merupakan hasil pengukuran yang dilakukan SETARA Institute untuk mempromosikan praktik-praktik toleransi terbaik kota-kota di Indonesia. Indeks Kota Toleran 2022 merupakan laporan keenam SETARA Institute sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 2015.

“IKT ditujukan untuk memberikan baseline dan status kinerja pemerintah kota dalam mengelola kerukunan, toleransi, wawasan kebangsaan dan inklusi sosial. Baseline ini akan menjadi pengetahuan bagi masyarakat, pemerintah dan berbagai pihak yang ingin mengetahui kondisi toleransi di 94 kota di Indonesia, “jelasnya.

Studi ini ditujukan untuk mempromosikan pembangunan dan pembinaan ruang-ruang toleransi di kota yang dilakukan oleh pemerintah kota setempat dan/atau didukung serta berkolaborasi bersama elemen masyarakat secara umum.

Objek kajian IKT adalah 94 kota dari total 98 kota di seluruh Indonesia. 4 kota yang dieliminir merupakan kota-kota administrasi di DKI Jakarta yang digabungkan menjadi 1 (satu) DKI Jakarta.