Sempat Hilang, Warga Warungkiara dan Nagrak Sukabumi Berhasil Selamat dari Tsunami Palu

RADARSUKABUMI.com, SUKABUMI – Nurmansyah (32) dan Qurun Pamungkas (6) adalah dua orang warga Sukabumi yang berhasil selamat dari terjangan tsunami di Palu, Sabtu (28/9/2018) kemarin. Kedua korban sempat dikabarkan hilang semalam, namun berhasil ditemukan selamat dengan kondisi luka-luka pada Sabtu (29/9/2018) pukul 08.00 WIB.

Dua orang warga Sukabumi tersebut diketahui sedang mengikuti pameran bersama 6 orang rekannya dari lembaga Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Nurmansyah diketahui merupakan warga Kecamatan Warungkiara, sementara Qurun warga Kecamatan Nagrak. Qurun diketahui ikut bersama sang ayah Rudhian Aripin yang juga pemilik pemilik perusahaan tempe yang mengikuti pameran.

“Mereka adalah utusan FKDB untuk mengikuti pameran atas undangan Walikota Palu, mengikuti pameran UMKM se-Sulteng festival Palu Nomani yang diadakan di Pantai Palu,” kata Ketua Umum FKDB, Ayep Zaki dilansir detikcom, Sabtu (29/9/2018).

BACA: Dua Warga Sukabumi Berhasil Selamat dari Tsunami di Palu

Zaki mengatakan, air laut sempat naik hingga 3 meter dan menghancurkan seluruh stand yang ada di lokasi tersebut. Saat itu di stand produk milik anggotanya ada 6 orang yang berjaga, dua lainnya termasuk Rudhian posisinya sedang berada di rumah.

“Sekitar pukul 17.00 WIB waktu Palu, air naik sampai 3 meter dan menghempas petugas yang berjaga. Empat orang berhasil berenang dan menyelamatkan diri, sementara dua lainnya terbawa arus air dan dikabarkan hilang semalaman,” jelas dia.

Sulitnya jaringan telepon seluler membuat sulitnya komunikasi di lokasi, sampai akhirnya sekitar pukul 08.00 WIB, waktu Palu kedua orang yang sempat hilang tersebut ditemukan dalam kondisi selamat.

“Alhamdulillah pagi tadi saya mendapat informasi kedua korban ditemukan selamat dalam kondisi terluka. Komunikasi memang sulit, karena jaringan telepon seluler di sana sangat tipis,” ujar Zaki.

Seperti diberitakan, gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa ini juga memicu tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang juga diguncang gempa 5,9 Manitudo.

(izo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *