Sejumlah OTK Serang Warga Palabuhanratu dengan Golok, Begini Kronologisnya

  • Whatsapp
Sejumlah orang tidak dikenal (OTK) secara membabi buta menyerang warga yang sedang bersantai di warung Jalan Pelita-Patuguran, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. (foto Ilustrasi Jawapos)

SUKABUMI — Sejumlah orang tidak dikenal (OTK) secara membabi buta menyerang warga yang sedang bersantai di warung Jalan Pelita-Patuguran, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (14/10). Dua warga mengalami luka cukup serius karena sabetan golok.

Korban Samidi, 53, dan Salim, 24, masih menjalani pengobatan atas lukanya, di RSUD Palabuhanratu. Salim, terluka di bagian lengan kanan diduga akibat menahan sabetan senjata tajam, sementara Samidi terdapat sejumlah luka di beberapa anggota tubuhnya.

Bacaan Lainnya

”Kejadiannya sangat cepat. Saat itu ada lima warga yang ngobrol di warung. Tiba-tiba datang sejumlah orang tidak dikenal dan tanpa basa-basi menyerang warga dengan menggunakan golok. Ada dua warga yang terluka, bahkan satu di antaranya lukanya cukup parah,” kata Amin, warga sekitar yang melihat kejadian tersebut, seperti diansir dari Antara.

Peristiwa serangan mendadak pada Kamis (14/10) sekitar pukul 16.00 WIB, di Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu. Amin mengaku tidak mengetahui kronologinya, hanya tiba-tiba datang beberapa orang menggunakan motor berboncengan, kemudian turun dari motor dan langsung menyerang serta pergi begitu saja.

Dia melihat penyerang berjumlah tiga orang, tapi tidak mengetahui jumlah pastinya karena langsung melarikan di ke arah Cipatuguran. Warga yang melihat kejadian itu langsung membawa korban ke RSUD Palabuhanratu.

Di tempat terpisah, dokter IGD RSUD Palabuhanratu Raditya Nugraha mengatakan, korban Salim mengalami luka yang tidak parah hanya di pergelangan tangan. Sedangkan Samidi lukanya cukup parah, saat masuk ke rumah sakit kondisinya tidak stabil. Setelah menjalani perawatan dan pengobatan kondisinya berangsur stabil.

”Korban mengalami pendarahan di bagian wajah, lengan, dan kepala karena senjata tajam. Setelah menjalani pengobatan pertama kemungkinan korban (Samidi) akan menjalani rontgen dan sebagainya, ini dilakukan karena ada beberapa luka yang cukup parah seperti di tulang hidungnya patah. Apakah nanti hasil rontgen dokter spesialis, korban akan dirujuk atau tidak kami masih menunggu,” terang Raditya.

Personel Satuan Reskrim Polres Sukabumi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengembangkan kasus penyerangan yang dilakukan orang tidak dikenal itu. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian atas kejadian tersebut karena masih dalam penyelidikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *