Ratusan Ibu Hamil di Cikembar Sukabumi Beresiko Tinggi soal Janinnya

  • Whatsapp
Camat Cikembar, Tamtam Alamsyah saat diwawancarai Radar Sukabumi soal resiko ibu hamil. (foto: Dendi / Radar Sukabumi)

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Ratusan ibu hamil di Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi dinyatakan beresiko tinggi terhadap kesehatan janin yang dikandungnya. Hal demikian disampaikan Camat Cikembar, Tamtam Alamsyah berdasarkan data program Sistem Pendataan Warga Dinamis (Sipendawa Nitis), bahwa saat ini dari jumlah total penduduk di wilayah Kecamatan Cikembar sebanyak 79.976 jiwa, terdiri dari 40.150 laki-laki dan 39.826 perempuan ini, terdapat 298 warga yang tengah mengandung mulai di usia tiga bulan sampai sembilan bulam.

“Dari 298 warga yang mengandung ini, terdapat 117 warga yang dinyatakan beresiko dan 44 orang usia hamil sembilan bulan serta 20 orang baru melahirkan,” jelas Tamtam kepada Radar Sukabumi, Jumat (3/7).

Bacaan Lainnya

Untuk mengantisipasi dari hal-hal yang tidak diingikan, sambung Tamtam, saat ini pemerintah Kecamatan Cikembar tengah berupaya maksimal melakukan koordinasi dengan petugas kesehatan, kader dan seluruh pemerintah desa yang ada di wilayahnya untuk bersama-sama melakukan pemantuan ke setiap ibu hamil.

“Ini harus dilakukan untuk menjaga dari kemungkinan resiko buruk yang terjadi pada ibu hamil maupun pada kesehatan janinnya,” imbuhnya.

Berbagai upaya terus dilakukan petugas kecamatan seperti menjalin kerjasama dengan petugas kesehatan untuk intensif melakukan pengawasan dan pengecekan agar kehamilan mereka tidak beresiko. Terlebih lagi, Kecamatan Cikembar merupakan salah satu kecamatan yang masuk pada penyumbang terbesar kasus Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Sukabumi.

“Karena pada umumnya, saat ini kehamilan mereka itu beresiko dapat diketahui saat hendak melahirkan saja. Tentunya, hal ini menjadi persoalan karena tim kesehatan akan kesulitan untuk mengantisipasinya. Nah, kalau sekarang kan sudah ada pendataan melalui aplikasi Sipendawa Nitis, sehingga dapat kita cegah sedini mungkin,” tandasnya.

Disinggung soal jumlah total kasus AKI dan AKB di wilayah yang tengah dipimpinnya itu. Ia mengaku tidak mengetahui secara rinci berapa jumlah total kasus tersebut sepanjang awal Januari 2020 hingga bulan ini. Namun, pihaknya telah memastikan kasus AKI dan AKB di Kecamatan Cikembar sangat tinggi. Bahkan, masuk pada kecamatan sebagai penyumbang terbesar kasus AKI dan AKB di Kabupaten Sukabumi.

“Kalau jumlahnya saya tidak tahu secara jelas. Karena yang berwenang itu datanya berada di Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Namun yang pasti Kecamatan Cikembar ini merupakan salah satu kecamatan yang masuk pada penyumbang terbanyak di Kabupaten Sukabumi pada kasus AKI dan AKB,” paparnya.

Pihaknya menambahkan, tingginya kasus AKI dan AKB di Kecamatan Cikembar, telah didominasi oleh berbagai faktor. Diantaranya, minimnya pengetahuan masyarakat soal kehamilan, masih banyak pernikahan yang terlalu muda. Seperti di bawah 18 tahun, banyak yang mengandung di atas usia 34 tahun dan terlalu sering melahirkan serta terlalu banyak anak hingga di atas lima anak.

“Kesulitan untuk hamil adalah hambatan terbesar bagi perempuan yang berusia diatas 35 tahun lebih. Hal ini disebabkan oleh menurunnya kualitas sel telur secara perlahan. Selain itu, faktor penyakit juga mempengaruhi. Seperti saat mengandung ibu hamilnya tengah mengidap penyakit penyerta,” pungkasnya. (Den/rs)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *