Radar Sukabumi Berkomitmen Siap Berkolaborasi Dengan Pemkab Sukabumi Atasi Stunting

  • Whatsapp
Pemimpin Redaksi Radar Sukabumi, Rahmad Yanadi saat ikut menandatangani komitmen dalam mengatasi kasus stunting di Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI -Radar Sukabumi berkomitmen ikut serta dalam upaya pererintah dalam mengatasi kasus stunting atau gagal tumbuh di Kabupaten Sukabumi. Diketahui, saat ini ribuan anak di Kabupaten Sukabumi telah terjangkit stunting.

“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dalam pencegahan stunting di Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Tentunya, setiap program pemerintah khususnya dalam upaya mengikis angka penderita stunting, akan kami dukung,” beber Pemimpin Redaksi (Pimred) Radar Sukabumi, Rahmad Yanadi saat Rembuk Stunting di Hotel Pangrango, Kabupaten Sukabumi, Jumat (04/06).

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri juga telah menyerahkan piagam penghargaan kepada perusahaan dan kecamatan peduli stunting dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen intervensi pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Sukabumi.

Salah satunya, dilakukan oleh Radar Sukabumi yang ikut serta dalam penandatanganan komitmen aksi konvergensi tersebut.

Pemkab Sukabumi berharap, dengan adanya konvergensi ini dapat menciptakan percepatan untuk penurunan kasus stunting di Kabupaten Sukabumi.

“Semoga ada sinegritas dan kolaborasi antara pentahelix dan bukan hanya sebatas pemerintah daerah serta perangkat daerah saja. Tetapi juga dengan seluruh stakehoalder yang lain. Baik itu media, akademisi, komunitas dan lainnya.

Sehingga pentahelix ini benar-benar dapat meminimalisir percepatan dan bisa memberikan dampak penurunan stunting di Kabupaten Sukabumi,” kata mantan Sekda Kabupaten Sukabumi ini.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alraysid mengatakan, berdasarkan data yang tercatat satuan kerjanya, terhitung sampai Februari 2021 ada sekitar 7,7 persen kasus stunting dengan jumlah sekitar 14.000 anak. “14.000 anak yang stunting ini, diketahui dari jumlah 201.492 balita yang diukur atau ditimbang,” kata Harun.

Ribuan anak yang stunting ini, telah tersebar di sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi. Diantaranya, Kecamatan Cireunghas, Cisaat, Bojonggenteng, Kabandungan, Simpenan, Lengkong dan Kecamatan Surade.

“Untuk itu, dalam rembug stunting ini, kami langsung membangun komitemen untuk ditindak lanjuti agar adanya kesepakatan bersama di dalam upaya penanganannya. Jadi, tidak hanya berbicara stunting ini perannya Dinkes saja, tetepi melalui aksi konvergensi ini, seluruh pihak harus terlibat,” pintanya.

Sedangkan, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara mengatakan, persoalan kasus stunting harus ditangani secara serius oleh pemerintah daerah dan pihak lainnya. Pasalnya, ksus ini selain mengganggu pertumbuhan pada anak, juga dapat menghambat perkembangan otak anak.

“Untuk itu, saya juga melihat kegiatan rembug stunting untuk pencegahan dan penanganan melalui aksi konvergensi dengan berbagai lembaga dan intansi ini, sangat baik. Persoalan ini harus segera ditangani dengan baik dan ini merupakan masalah kita semua,” jelas Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi ini.

Stunting ini, ujar Yudha, merupakan suatu persoalan diaman pada generasi selanjutnya harus menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik. Untuk itu, perlu adanya sebuah kesadaran dari semua pihak dalam menghilangkan stunting di Kabupaten Sukabumi.

Diantaranya, mengawal asupan gizi ibu hamil sampai usia lahiran, perilaku hidup bersih dan sehat serta pola makan yang bergizi serta higienis.

“Saya juga merasa tertarik dengan apa yang disampaikan oleh Wakil Bupati Sukabumi bahwa bukan hanya tugas dari Dinas Kesehatan saja. Tetapi, seluruh stakhoalder harus terlibat secara langsung dalam menangani kasus stunting ini,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait