Sementara itu untuk pembangunan Alun – alun dan Lapang Merdeka pada awal pekerjaan saat ini mengalami minus pekerjaan, hal itu juga berdasarkan evaluasi rapat mingguan antara Dinas PUTR, pihak perusahaan dan tim konsultan pengawas.
“Memang terjadi minus 4 persen dari target pekerjaan untuk kegiatan pembangunan Alun-alun dan Lapang Merdeka. Mudah-mudahan Minggu depan minusnya bisa turun kembali, sedangkan target pekerjaan berdasarkan kontrak harus selesai pada 29 Desember 2021,”katanya.
Sahid dan tim teknis dan konsultan pengawas akan terus menggenjot pekerjaan pembangunan Alun-alun dan Lapang Merdeka dengan menambah jam kerja dan tenaga kerja di lapangan.
Mega proyek Alun-alun dan Lapang Merdeka dijalankan oleh PT Sihyong Jaya Persada selaku pemenang tender yang di selenggarakan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Jawa Barat, karena sumber dana dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jabar Tahun 2021 untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) (bal)






