Sementara itu tokoh penggiat wisata Sukabumi, Dadang Hendar menyambut baik ramainya pengunjung. Sebab, pada dasarnya protokol kesehatan (prokes) harus dijalankan dan dilaksanakan, jika tidak maka akan menjadi masalah.
“Destinasi wisata maupun hotel dan rumah harus ketat prokesnya, tidak ada kata lain. Secara nasional angka (covid) sudah aman seperti daerah – daerah lain, oleh karena itu di Sukabumi pelaksanakan prokes harus ketat sehingga mereka (wisatawan) akan datang,” ucap Dadang.
Wisatawan tidak datang itu, menurutnya karena sedang masa PPKM, sedangkan sekarang angka sudah menurun makanya mereka datang. Tetapi semua pihak harus ikut berperan dengan menerapkan prokes sebagai kata kuncinya.
“Jika muncul angka positif meningkat lagi maka akan menjadi masalah. Semua pihak harus ikut berperan, mulai dari wisatawan, pelaku usaha maupun pemerintah. Masing – masing mau mengetatkan prokes dan yang tidak bisa melakukan prokes tidak usah menerima tamu,” tegasnya.
Di sisi lain, bagi pelaku usaha yang bisa menjalankan prokes dengan baik, harus di dorong oleh pemerintah, bila perlu mereka diberikan bantuan kelengkapan prokes.
“Kalau tidak mampu pengusaha hotel atau restoran menjalankan prokes sekali lagi sampaikan tidak boleh buka dan itu konsekwensinya, sehingga akhirnya akan berlomba lomba akan melaksnakan prokes,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Sukabumi, AKP Riki Fahmi Mubarok mengklaim pemberlakukan ganji genap pada hari pertama di sepanjang Jalan Siliwangi Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi berjalan aman, lancar, dan terkendali.
Menurut Riki, hari pertama diberlakukan uji coba kendaraan ganjil genap ini yang boleh melintas hanya kendaraan bernomor polisi ganjil, sesuai dengan tanggalnya 13 Agustus 2021. Sedangkan bagi kendaraan yang bernomor polisi genap akan diarahkan ke ruas jalan yang tidak memberlakukan ganjil genap.
“Jadi kita lihat dari nomor polisi kendaraanya dan tanggal. Misalnya hari ini merupakan tanggal ganjil, maka yang boleh melintas ke jalan Siliwangi adalah kendaraan dengan nomor polisi belakangnya ganjil. Sedangkan yang genap, diarahkan ke ruas jalan lain,” beber AKP Riki Fahmi kepada Radar Sukabumi.
Ia menjelaskan, ada dua lokasi cek point di Jalan Siliwangi ini yaitu simpang Jangilus dan simpang Pelita. Anggota yang bersiaga gabungan Polri, TNI dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi. Menurutnya sejauh ini pelaksanaan uji coba ganjil-genap berjalan lancar.
“Terpantau aman, lancar dan terkendali. Saat ini kita juga melasanakan kegiaan edukasi masyarakat bahwasanya kegiatan ganjil genap ini dilakukan untuk menekan volume kendaraan, di ruas jalan tertentu dalam hal ini di jalan Siliwangi,” papar Riki.
Untuk sementara ini, sambung Riki kebijakan pemberlakukan ganjil genap hanya fokus di Jalan Siliwangi. Namun ada kendaraan yang tidak diberlakukan ganji genap atau pengecualian, yaitu TNI/ Polri, kendaraan ambulance, pemadam kebakaran, TNKB merah/ kuning, dan darurat Covid-19.
“Kami menghimbau kepada masyarakat agar melihat kembali nomor polisi kendaraan baik motor maupun mobil. Intinya kebijakan ini untuk menekan mobilitas masyarakat dalam rangka memutus penyebaran Covid-19,” tandasnya. (ris/t)






