SUKABUMI – Meskipun berlangsung sederhana karena masih ditengah pandemi Covid-19, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-108 tetap meriah dan bermakna.
Kali ini, perayaan HUT Kota Sukabumi ditampilkan di depan Balaikota Sukabumi dengan konsep yang natural. Dengan hiasan lighting lampu memberikan kesan begitu indah.
Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan, perjalanan panjang dalam membangun Kota Sukabumi tidak terlepas dari para pendahulu yang lebih dulu sudah berjuang membangun kota tercinta ini. Dalam membangun Kota Sukabumi, tentunya butuh dukungan dari semua stakeholder untuk berkolaborasi.
“Kita sampaikan rasa hormat dan rasa cinta kita baik kepada para pendahulu yang masih hidup, ataupun yang telah lebih awal dipanggil Allah SWT.
Sebuah sejarah panjang yang juga hari ini (kemarin. red) coba kita lalui bersama. Ingat kita lalui bersama bukan sendiri-sendiri. Sebuah sejarah panjang yang akan kita estafetkan kepada para generasi penerus nantinya,” ujar Fahmi saat memberikan sambutan dalam memperingati HUT ke-108 Kota Sukabumi, Kamis (31/3).
Bagi sebagian orang, 108 mungkin bisa jadi angka yang biasa-biasa saja. Deretan tiga angka yang tidak bermakna. Namun diyakini, angka 108 menjadi bagian dari semangat kebangkitan setelah mengalami masa pandemi.
“Kalaulah boleh melihat dalam Alquran, maka surat yang ke-108 ini adalah surat Al-Kautsar. Nikmat yang banyak. ‘Inna A’toina Kalkausar, Fasholli Lirobbika Wanhar, Inna Syaniaka Huwal Abtar’. Saya ingin mengambil apa yang terkandung dalam surah Al-Kautsar.
Allah sampaikan dan saya yakin dalam agama yang lain juga memiliki hal yang sama. Bahwa kita telah diberikan nikmat di 108 tahun cita. Nikmat kota kita tetap tenang. Nikmat kota kita tetap aman. Nikmat kota kita tetap kondusif dan nikmat pandemi ini semakin menurun di wilayah kota kita yang besar,” ujarnya.
Fahmi mengajak di usia 108 tahun ini, agar bersama-sama meningkatkan kualitas ibadah kepada tuhan sesuai dengan keyakinan agama.
“Makna religius dalam konteks visi-misi yang saya dan pak wakil sampaikan. Kota ini tidak akan menjadi kota yang nyaman. Kota ini tidak akan menjadi kota yang indah, kota ini tidak akan menjadi kota yang menentramkan kalau tidak dari kita semua karena ini kota kita, Sukabumi kita,” sebutnya.
Selain itu, dalam membangun Kota Sukabumi religius, nyaman dan sejahtera (Renyah), perlu adanya dukungan dan kolaborasi dari semua elemen.
“Dalam ayat selanjutnya, Allah sampaikan jangan sampai ada iri-dengki dalam hati kita. Inna Syaniaka Huwal Abtar. Karena itu, jangan biarkan ada iri dengki. Jangan biarkan ada hasut dan jangan biarkan ada hasad dalam diri kita. Sebab itulah yang akan menghancurkan cita kita.
Kota ini akan tumbuh dan berkembang dengan cita dan kota ini akan tetap tegak berdiri dengan cita. Maka, kita tinggalkan hasut, iri serta dengki diantara kita,” tegasnya.
Fahmi kembali mengajak semua elemen untuk bersepakat menumbuhkembangkan dan mengindahkan dalam cita-cita membangun Sukabumi lebih baik.
Fahmi pun mengucapkan terima kasih kepada DPRD Kota Sukabumi yang senantiasa memberikan dukungan penuh pada proses pembangunan di wilayah Kota Sukabumi.
“Terimakasih juga kepada unsur Forkopimda yang memberikan dorongan luar biasa untuk perbaikan di kota kita. Terimakasih pada para alim ulama, tokoh lintas agama, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda karena senantiasa menjaga Sukabumi kita lebih baik dari waktu ke waktu.
Dirgahayu Kota, Dirgahayu Sukabumi, Dirgahayu Kota Sukabumi. Kita tunjukkan pada Indonesia, bahkan pada dunia hari ini, malam ini kita sepakat membangub Sukabumi kita lebih baik dari waktu ke waktu dengan kolaborasi,” pungkasnya. (bam/t)






