Permasalahan Kurikulum Pendidikan di Indonesia Sudah Ada Sejak 1975

  • Whatsapp
ILUSTRASI: Sejumlah murid mengikuti simulasi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah di SDN Karang Raharja 02, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/12/2020). Menurut keterangan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, simulasi tersebut digelar untuk persiapan jelang KBM tatap muka pada Januari 2021. (Foto: Imam Husein/Jawa Pos)

JAKARTA, RADARSUKABUMI.com – Setiap kali ada penyusunan kurikulum pendidikan di Indonesia, selalu berujung menjadi sebuah polemik. Apalagi jika kurikulum yang telah dirancang tidak dapat diimplementasikan dengan baik.

Ketua Tim Pengembang Kurikulum 2013 Hamid Hasan mengatakan, persoalan kurikulum ini sudah menjadi penyakit akut di Indonesia. Bahkan, permasalahan penyusunan kurikulum ini sudah dimulai sejak tahun 1975.

“Sejak 1975 ketika Indonesia mengenalkan kompetensi, sampai hari ini kita menggunakan kompetensi yang banyak itu tidak terlaksana,” ujar dia dalam siaran Youtube Vox Populi Institute Indonesia, Senin (1/3).

Adapun menurutnya, permasalahan terbesar penyusunan kurikulum adalah masih kurangnya pengaturan proses dan target belajar atau toxonomy para murid. Oleh karena itu, implementasi kurikulum yang telah dicanangkan selalu gagal.

“Sampai hari ini persoalan kurikulum yang ada di Indonesia adalah implementasi. Pembelajaran kita baru sampai kepada pemberian informasi belum belajar berdasarkan taxonomy,” tambahnya.

Dia menjelaskan bahwa terdapat cara agar toxonomy dari kurikulum dapat tercapai, salah satunya pelatihan. Jadi, guru sebagai eksekutor kurikulum harus mendapat pelatihan. Namun, pelatihan tidak dilakukan oleh sembarang orang, melainkan orang yang paham sekaligus penyusun atau pengembang kurikulum.

“Jangan sampai yang melatih ini tidak paham itu kurikulum. Jadinya dilatihnya tidak sesuai dengan desain kurikulum,” tutup dia. (sai)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *