BERITA UTAMA

Penjelasan Kemarau Basah, Penyebab, dan Dampaknya Bagi Pertanian

×

Penjelasan Kemarau Basah, Penyebab, dan Dampaknya Bagi Pertanian

Sebarkan artikel ini
Prakiraan Cuaca Hari Ini
Prakiraan Cuaca Hari Ini

Fenomena ini bukan pertama kalinya terjadi di Indonesia. Data satelit TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) pada Juli 2013 menunjukkan curah hujan yang tinggi di banyak wilayah Indonesia, meski saat itu merupakan puncak musim kemarau. Hujan sepanjang tahun yang berlebih seharusnya menguntungkan, terutama bagi pertanian sawah tadah hujan maupun yang menggunakan irigasi. Namun realitas di lapangan menunjukkan dampak sebaliknya.

Bank bjb Tandamata

Di sisi lain, kekeringan tetap menjadi ancaman di banyak wilayah dunia. Menurut PBB, setiap tahun dunia kehilangan lahan subur seluas Ukraina akibat kekeringan, penggundulan hutan, dan perubahan iklim. Kekeringan juga telah memicu migrasi massal dan krisis kemanusiaan di berbagai kawasan, khususnya di Afrika dan wilayah Sahel. Dampak kekeringan meliputi penurunan hasil pertanian, krisis air bersih, hingga potensi konflik sosial.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk memahami dinamika cuaca dan iklim secara menyeluruh. Fenomena kemarau basah menjadi bukti nyata bahwa perubahan iklim semakin memengaruhi pola cuaca yang tidak menentu. Antisipasi dan mitigasi menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan dan keselamatan masyarakat di tengah kondisi cuaca yang kian ekstrem.(*)