Pengerjaan Pedestrian Kota Sukabumi, Diduga Akibatkan Traffic Light Roboh

Traffic light
Traffic light di jalan Suryakencana Keluarahan Selabatu Kecamatan Cikole roboh dan hampir menimpa pengguna jalan, Rabu (14/9).

SUKABUMI – Salah satu traffic light yang di Jalan Suryakencana Kecamatan Cikole roboh dan nyaris menimpa pengendara yang melintas di lokasi tersebut, Rabu (14/9).

Akibatnya, jalan sempat mengalami kemacetan panjang dan membuat warga yang melintas sempat was-was. Rubuhnya, traffic light itu diduga akibat pengerjaan pedestrian.

Bacaan Lainnya

Salah seorang pengguna jalan, Dimas Chandra (28) mengataan, kejadian itu terjadi sekitar jam 11.00 WIB. Saat itu dirinya dan beberapa pengendara lain melintasi jalan Suryakencana menuju arah Jalan Bhayangkara.

Ia sempat curiga saat tiang traffic light tersebut sudah miring ke jalan dan disana ada beberapa pekerja yang sedang memperbaiki trotoar.

“Karena takut roboh dan menimpa, saya langsung lajukan kendaraan, sebab posisinya persis berada di bahu jalan,” ungkap Dimas kepada Radar Sukabumi, Rabu (14/9).

Dari pantauan Radar Sukabumi, pasca kejadian robohnya traffic light tersebut, sejumlah petugas Dinas Perhubungan Kota Sukabumi dengan armada kendaraanya melakukan perbaikan, terlihat pula sejumlah anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi turut membantu memperbaiki traffic light itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi Abdul Rachman membenarkan adanya traffic light yang roboh. Hal itu ia terima dari laporan warga sekitar dan pengguna jalan.

“Betul ada tiang yang hampir roboh, selain laporan warga tim kami juga kebetulan melintas di jalan tersebut dan melaporkan ke grup kami dan tim kami segera turun memperbaikinya,”ungkap Abdul Rachman kepada Radar Sukabumi.

“Rambu-rambu lalu lintas itu merupakan aset kami Dinas Perhubungan, termasuk perawatannya. Hanya karena tempatnya diperbaiki, maka pihak pemborong dalam hal ini juga memiliki tanggung jawab untuk memasangnya kembali,” tegas Abdul Rachman.

Abdul mengingatkan, beberapa rambu yang sementara dilepas dan disimpan di pinggir untuk dijaga dengan baik dan jangan sampai hilang.

“Kami juga mewanti-wanti pihak pemborong untuk menjaga rambu-rambu yang dilepas akibat trotoarnya diperbaiki, jangan sampai hilanglah. Dan nanti segera dipasang lagi,” bebernya.

Disinggung soal perawatan, Abdul sendiri belum bisa memberikan keterangan lebih jauh, sebab anggaran perbaikan dan perawatan aset tersebut mengalami refokusing akibat pandemi beberapa tahun lalu.

“Jujur kami saat ini tidak memiliki anggaran perbaikan, makanya kami juga menekankan kepada pihak pengusaha yang mengerjakan perbaikan pedestrian dan trotoar untuk juga menjaga aset kami berupa rambu dan lampu di beberapa titik pekerjaannya,” keluhnya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, pelaksana PT Bachtiar Marpa Prima, Salman mengaku, hal itu merupakan efek dari proyek konstruksi. Di mana,

kejadian lampu lalu lintas yang miring tadi siang tidak terlepas dari faktor itu, sehingga kena efek yang kuat dari kegiatan konstruksi yang lagi dikerjakan,” ujar Salman saat dimintai keterangan melalui pesan aplikasi Whatts App.

“Pada dasarnya setiap proyek konstruksi pasti bakal ada efek ke lingkungan, benda, bangunan sekitar. Tidak hanya itu, tingkat usia benda atau bangunan sekitar berpengaruh terhadap kekuatan pondasi atau intinya. “

Alhamdulillah atas kerjasama Dishub dan tim lapangan, kejadian itu dapat diatasi dengan cepat,” kilahnya. (cr3/t)

Traffic light
Traffic light di jalan Suryakencana Keluarahan Selabatu Kecamatan Cikole roboh dan hampir menimpa pengguna jalan, Rabu (14/9).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.