Pengantin Asal Sukaraja Pilih Ular Piton Sebagai Mas Kawin

  • Whatsapp
Pasangan pengantin pilih ular piton sebagai mas kawin. FOTO: Istimewa

RADARSUKABUMI.com – Pasangan pengantin di Kabupaten Bogor memilih mahar kawin yang tak umum. Keduanya sepakat menjadikan ular piton sebagai salah satu mas kawin dalam akad nikah mereka.

Pasangan Sigit Agus Setiawan dan Tiara Puspita Dewimelangsungkan ikrrar perkawinannya dengan menjadikan ular piton sebagai salah satu mahar perkawinannya selain mas kawin dan seperangkat alat sholat.

Kedua mempelai itu berasal dari Kampung Pasir Jambu. RT 02, RW 03 , Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor

Dua sejoli ini, selain menggunakan mas kawin dan seperangkat alat sholat sebagai mahar pernikahannya, keduanya juga sepakat menjadikan ular piton sebagai salah satu mahar, untuk ikatan janji suci tali kasih antar mereka.

“Selain mahar cincin emas dan seperangkat alat salat, kami juga menjadikan ular piton jenis batik dan piton albino sebagai mahar pernikahan kami,” kata mempelai lelaki Sigit Agus Setiawan.

Dipilihnya piton sebagai salah satu mahar pernikahan keduanya bukan tanpa sebab. Sigit bercerita, awal kisah cintanya dengan Tiara Puspita Dewi, berawal dari hobi keduanya yang sama-sama mencintai dunia reptil. Hingga suatu ketika keduanya ditemukan tuhan, lewat perantara pecinta reptil.

“Kami berdua awalnya bertemu karna ular. Karena kami sama-sama suka dengan dunia reptil. Jadi kami ingin ada seekor ular yang menemani rumah tangga kita, dan menjadi pengingat kalo kita bisa bersatu karna ular,” ujarnya.

Ular yang dijadikan sebagai mahar pernikahan oleh keduanya itu, merupakan ular yang dipelihara oleh mereka, sejak dua tahun terakhir. Atau selama keduanya merajut kisah percintaan.

Ular tersebut didapatkan keduanya, dari peternak reptil seharga Rp2,7 juta.

“Ular ini kami berdua yang pelihara, sejak awal kami pacara dua tahun silam sampai saat ini. Makannya kami sepakat, ular ini kami jadikan mahar pernikahan,” ucapnya.

Semula, kedua orang tua tidak menyetujui, jika ular peliharaannya itu dijadikan sebagai salah satu mahar pernikahan. Namun setelah diberikan penjelasan dan pengertian oleh keduanya, akhirnya pihak keluarga dari kedua belah pihak pun setuju.

“Awalnya ditolak sama keluarga, buat apa ular dijadikan mahar pernikahan. Tapi setelah kami jelaskan akhirnya keluarga mengerti,” tuturnya.

Sigit menilai, apa yang dilakukannya bersama sang istri, bukan semata-mata ingin menuai sensasi. Melainkan lebih kepada menghargai, bagaimana cara takdir mempertemukan keduanya melalui kecintaannya terhadap reptil. (PS/izo)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *