Beberapa waktu sebelumnya, lanjut Ucup, pihak perusahaan berjanji akan memperhatikan warga yang terdampak, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Namun setelah perusahaan berjalan, janji-janji tersebut tidak ditepati.
“Sebelum perusahaan ini beridiri, mereka berjanji akan memberikan tanggung jawab sosialnya kepada warga. Seperti, pengobatan gratis, peningkatan ekonomi. Namun, faktanya tidak ada,” imbuhnya.
Untuk itu, warga Desa Wangunreja berjanji akan menolak keras terkait rencana peledakan untuk keperluan bahan baku semen tersebut. Terlibih lagi, saat ini warga sudah merasa terganggu dengan aktivitas perusahaan yang mengeluarkan suara bising, getaran dan berdebu.
“Jangankan menggunakan peledak, menambang secara manual saja warga di sini sudah risih. Selain banyak getaran, juga suaranya sangat bising. Makanya kami sepakat untuk menolak rencana peledakan ini,” tandasnya.
Hal yang senada disampaikan Kepala Desa Wangunreja, Ali Nurdin. Ia menyebutkan, pihak perusahaan mengklaim sudah melaksanakan kewajibannya kepada warga yang terdampak. Namun berdasarkan fakta di lapangan, kewajibannya itu masih minim direalisasikan.





