“Kami belum bisa berkomentar kalau untuk jumlah kerugian. Kami masih fokus penanganan pasca bencana ini. Selain itu, kami juga memprediksi jumlah kerusakan rumah akibat bencana ini pasti akan terus bertambah,” paparnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Meteoroligi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan, akibat guncangan gempa ini, diperkirakan di beberapa daerah baik Banten maupun Sukabumi akan banyak bangunan yang retak. Bahkan sampai roboh.
Meski demikian, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Untuk itu, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal yang cukup tahan terhadap guncangan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan.
Mohon cermati dan terus berlatih langkah-langkah praktis untuk antisipasi bahaya gempa bumi. Baik pada saat persiapan sebelum gempa, maupun saat dan setelah gempa bumi,” singkatnya.







