Menyaksikan Talenta Muda Selancar Menari di Ombak Pelabuhan Ratu

  • Whatsapp
Hikmal Maulana menunjukkan kemampuannya menari di atas ombak saat kompetisi selancar U-16 di Desa Karangpapak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (29/11/2020). (Bayu Putra/Jawa Pos)

Kawasan pesisir teluk Pelabuhan Ratu di Kabupaten Sukabumi menyimpan talenta-talenta muda di olahraga selancar. Masyarakat setempat berupaya mempromosikannya lewat ajang kompetisi kelompok umur.

BAYU PUTRA, Sukabumi

HIKMAL Maulana mengayuh papan selancarnya perlahan ke tengah laut. Beberapa puluh meter dari bibir pantai Karangpapak, kabupaten Sukabumi. Begitu melihat ombak mulai terbentuk di hadapannya, remaja 14 tahun itu langsung berbalik arah.

Saat ombak makin meninggi, dia langsung berdiri di atas papannya. Dia menggerakkan tubuhnya, meliuk mengikuti irama ombak yang sepanjang lomba berlangsung, tingginya antara 1-2,5 meter itu. Tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan para peselancar di ajang-ajang internasional.

Akhir pekan lalu (29/11), Desa Karangpapak menjadi lokasi kejuaraan selancar lokal antardesa di pesisir Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. Meskipun lokal, namun antusiasme maupun penyelenggaraannya tidak kalah dengan ajang yang lebih besar.

Tidak kurang dari 86 peserta dari 8 desa terlibat dalam ajang yang dibagi ke dalam tiga kategori itu. yakni, U-12, U-16, dan tag team. Menjadi bukti sahih bahwa wilayah tersebut memiliki bibit-bibit peselancar yang kelak mungkin akan menjadi andalan Indonesia di pentas internasional.

Kecamatan Cikakak, memang berada di kawasan pesisir teluk Pelabuhan Ratu. Pantai Karangpapak menjadi lokasi lomba karena ombaknya bersahabat. Tidak setinggi ombak di Mentawai atau bahkan di Hawai yang bisa mencapai 10 meter. Namun sudah cukup untuk menjadi panggung bagi para peselancar pemula.

Berbeda dengan pantai di sebelah timurnya, yakni Cimaja. Ombak di pantai tersebut lebih ganas, sehingga hanya peselancar profesional yang menggunakannya. Saat Jawa Pos mengunjungi pantai tersebut, beberapa wisatawan asing tampak asyik menari di atas ombak.

Perlombaan bertajuk The Power of Eco Surfers Battle itu digagas oleh warga Cimaja yang juga peselancar profesional Dede Suryana. Peraih emas Asian Beach Games 2008 dan juara Asian Surfing Championship 2014 dan 2016 itu melihat Cimaja punya potensi besar melahirkan peselancar muda.

’’Saya bisa jadi seperti sekarang ini karena dari surfing,’’ ujar dede, di sela penjurian kelompok umur. Dia bisa berkeliling dunia mengikuti ajang kompetisi surfing, dan menjajal ombak di berbagai belahan dunia.

Dia ingin ke depannya anak-anak di pesisir Pelabuhan Ratu bisa termotivasi, sehingga permainan mereka makin terarah. Targetnya, tentu saja ada perwakilan dari Sukabumi untuk mengisi slot peselancar nasional atau internasional di masa depan.

Di Sukabumi, khususnya kecamatan Cikakak, menurut dia banyak talenta muda yang saat ini usianya di bawah 16 atau bahkan 12 tahun. Selama ini, mereka hanya bermain-main saja dengan olahraga selancar.

Dalam kompetisi kali ini, mereka juga dipantau langsung oleh persatuan selancar ombak Indonesia (PSOI). Organisasi yang menaungi para peselancar nasional itu akan mewadahi anak-anak yang dianggap berpotensi berdasarkan umur.

Selain untuk mencari bibit-bibit peselancar, Dede menjadikan ajang tersebut sebagai sarana edukasi lingkungan. Karena itu, untuk kali pertama, ajang pencarian bakat itu mengusung tema Eco Surfers.

Indonesia, tutur Dede, merupakan penyumbang sampah plastik nomor 2 di dunia. Dede pernah difoto saat berselancar di gulungan ombak penuh sampah. Foto tersebut menjadi viral di jagat maya. ’’Itu berada di Ujung Kulon, di sebuah pulau yang nggak ada penghuninya tapi banyak sampah,’’ keluhnya.

Para Peserta kompetisi selancar U-16 di Desa Karangpapak, Kabupaten Sukabumi melakukan sesi foto sebelum berlomba di semifinal. Bayu Putra/Jawa Pos

Karena itu, lewat kompetisi selancar, dia berusaha menyadarkan masyarakat pesisir untuk ikut mencegah masuknya sampah ke laut. Minimal dengan memastikan kawasan pesisir tetap bersih dari sampah sekecil apapun. Selalu membuang sampah pada tempatnya, bukan ke laut.

Anak-anak tersebut didoktrin oleh Dede untuk selalu menjaga kebersihan. Setiap sesi latihan selancar bersama dirinya, Dede selalu mengajak anak-anak untuk membersihkan area pantai.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *