Hampir seluruh walikota dan bupati di seluruh indoensia sangat antusias untuk membuka peluang usaha tambak udang ini,” bebernya.
Budidaya tambak udang, ujar Edhy, sangat berbeda dengan dulu karena hanya menghasilkan satu ton udang dengan luas satu hektare.
Namun, saat ini dengan program intensif dari lahan satu hektare dapat menghasilkan 40 ton paling sedikit.
“Perairan laut di Selatan Jawa itu, sangat bagus. Karena posisi lautnya curam. Sehingga posisi lautnya bersih.
Untuk itu, harapannya kita dapat menguasai pasar udang di dunia.
Apalagi kedepannya kita akan mengembangkan budidaya ikan sidat. Karena disini sangat potensi ikan jenis tersebut. Terlebih lagi, harganya sangat menjanjikan,” imbuhnya.
Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sarjono mengatakan, pihaknya atas nama warga dan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi mengucapkan selamat datang kepada Mentri Kelautan yang sudah datang untuk melakukan kunjungan kerja ke PPN Palabuhanratu yang merupakan ibu kota Kabupaten Sukabumi.
“Mudah-mudanan dengan kehadiran Pak Mentri dapat menjadi keberkahan bagi warga Sukabumi, khususnya bagi para nelayan,” pungkasnya. (Den)







